Kasus Alkes Rumah Sakit Putussibau 2013 di Kapuas Hulu Apakabar?

pena iklan

Inilah pengadaan Alkes 2013 milik rumah sakit Putussibau yang sempat diambil dokumenya dirumah sakit Putussibau beberapa tahun yang lalu. Kondisinya sudah rusak. Dok 

Penakapuas.com - Apakabar kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) 2013 RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau. Pasalnya hingga hari ini belum diketahui kejelasannya. Padahal kasus Alkes 2013 yang menghabiskan anggaran sebesar kurang lebih Rp11 miliar ini sudah masuk dalam tahap penyidikan Polres Kapuas Hulu. 

Parahnya lagi, Alkes dari 2013 yang ada di RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau ternyata sudah jadi bangkai karena banyak yang rusak dan telah dibuang oleh pihak rumah sakit. 

Kasus ini pun mendapat sorotan dari Koordinator Wilayah Nusantara Corruption Watch (NCW) Kapuas Hulu. Pasalnya kasus pengadaan Alkes 2013 ini bukan hanya pernah dilakukan penyelidikan, namun juga sudah pernah dilakukan penyidikan.

 "Dalam kasus ini tidak diketahui kepastian hukumnya, apakah dihentikan atau bagaimana belum ada penjelasan," kata Nelson Tambunan Korwil NCW Kapuas Hulu, Senin 12 Juli 2021. 

Tambunan menyampaikan, pihaknya yang ikut memantau kasus yang ditangani Polres Kapuas Hulu ini, terakhir diketahuinya sudah ada pemberitahuan dimulainya penyidikan kepada jaksa namun tanpa nama tersangka. "Siapa yang disidik atau diperiksa kita tidak tahu. Dan ini aneh menurut kami," ujarnya. 

Anehnya lagi kata Tambunan,  yakni berkaitan dengan dalam pandangan hukum suatu kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menimbulkan kerugian negara dengan orang yang patut diduga, seharusnya tidak boleh keluar dari daerah ini. 

"Tapi yang terjadi orang yang patut diduga sudah pindah tugas. Ini membuat kita tercengang. Apalagi setelah kepindahan orang yang diduga ini kasus ini mulai macet hingga saat ini," kesalnya. 

Tambunan mengatakan, dirinya sempat berkomunikasi dengan pihak kepolisian, informasinya kasus ini masih berjalan. Namun sudah tahun 2021 ini apakabar kasus Alkes rumah sakit Putussibau. 
Tambunan pun menceritakan berkaitan dengan modus pengadaan Alkes sehingga terjadi kerugian negara, salah satunya dengan adanya markup pada item Alkes. 

"Ada pun modus lainnya yakni berkaitan dengan pembelian Alkes dengan toko yang fiktif,"ungkapnya. 

Dirinya pun sangat menyayangkan jika kasus sebesar ini dibuat menggantung, apalagi jika sampai dipeti-eskan oleh pihak kepolisian. 

Sambung Tambunan, dirinya tidak menuding atau menuduh. Namun yang jelas memang hingga hari ini tidak ada kepastian hukumnya. 

"Kita sangat kecewa dalam penanganan kasus ini. Saya harap dari kepolisian dapat menuntaskan kasus Alkes ini," ucapnya. 

Sementara itu Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi saat dihubungi via WhatsApp untuk dikonfirmasi dirinya hanya membuka/membaca (centang biru) pesan WhatsApp sejumlah wartawan, tanpa membalas. ***


Advertisement
pena iklan

Related

Kapuas Hulu 2554646616956671374

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item