Gara – Gara PT AMS, Warga Kapuas Hulu Sulit Buat Sertifikat

pena iklan


Kainda Kepala BPN Kapuas Hulu 

Penakapuas.com  - Diduga Gara-gara PT. Anugerah Makmur Sejati (AMS) Kencana Group, terdapat warga Desa Ranyai Kecamatan Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu tidak bisa buat sertifikat tanah. Hal ini tercatat dalam pengaduan di BPN/ATR Kapuas Hulu.

Kepala BPN/ATR Kapuas Hulu, Kainda membenarkan hal tersebut. Bahwa itu diketahui adanya laporan/pengaduan dari warga Desa Ranyai sejak Juli 2020 tahun lalu.

 "Sudah kita terima, di mana awalnya surat itu dari Desa ke Perusahaan, kemudian ditembuskan kepada kita," katanya saat ditemui diruangannya Jumat 17 Juni 2021. 

Kainda yang didampingi stafnya menjelaskan, bahwa pihaknya sudah menyurati kedua belah pihak untuk datang membawa dokumen-dokumen atas klaim tanah masing-masing.

 "Persoalannya adalah karena warga yang mengklaim tanah, ingin membuat sertifikat namun masuk ke HGU milik PT AMS," ujarnya.

Kainda mengatakan, perjalanan satu tahun surat yang masuk kepada BPN/ATR Kapuas Hulu,  kedua belah pihak tidak ada membawa dokumen-dokumen atas alas hak mereka. Sehingga saat ini pihaknya tinggal menunggu saja.

 " Tahun 2021 ini persoalan serupa masuk lagi dari desa Ranyai Kecamatan Seberuang. Kita tetap meminta keduanya membawa dokumen-dokumen atas alas hak itu," ujarnya.

Kainda mengatakan, permasalahan antara warga dan perusahaan sawit ini berbagai permasalahan, diantaranya berkaitan dengan  lahan plasma, pembagian hasil panen dan berkaitan tanda batas tanah yang banyak belum dipasang, padahal ini wajib.

 "Itu permasalahan-permasalahannya serta tidak terealisasinya janji,  kemudian persoalan patok batas tidak ada sehingga tidak diketahui batasnya dengan milik warga,"kata Kainda.

Kainda pun meminta kepada pihak perusahaan masyarakat berkaitan dengan persoalan tanah untuk diselesaikan, ada beberapa yang dimediasi ada selesai dan ada yang masing-masing mempertahankan hak mereka,"jelasnya.

Lanjut Kainda , alangkah baiknya dapat diselesaikan antara warga dan perusahaan sawit, itu yang dikedepankan.

 "Untuk pihaknya sendiri tidak bisa mencabut HGU milik perusahaan, namun ketika muncul permasalahan pihaknya bisa mengusulkan untuk dicabut. Di mana HGU dikeluarkan oleh BPN/ATR pusat,"ungkapnya.

Sebelumnya pada tanggal 8 Juni Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu telah memanggil seluruh perusahaan sawit yang beroperasi di Kabupaten ini.

Usai pertemuan rapat evaluasi dengan seluruh perwakilan perusahaan sawit itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman, Pangan, Abdurrasyid kepada sejumlah wartawan  menyatakan, bahwa operasional seluruh perusahaan sudah sangat bagus.

"Ada 18 perusahaan dipanggil dalam rangka evaluasi kinerja mereka bidang perkebunan," ucapnya.

Sambung Rasyid, sejauh ini seluruh perusahaan sawit di Kapuas Hulu cukup bagus dan tenaga kerja juga terbantu yaitu dari segi terbukanya lapangan kerja. “Kemudian mereka juga membayar pajak, termasuk dalam operasional galian c non logam," tutupnya.

Sementara itu dari PT AMS ketika dikonfirmasi dari Jumat 18 Juni 2021 hingga hari ini belum memberikan keterangan.(fiq)


Advertisement
pena iklan

Related

Kapuas Hulu 3579497107263921259

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item