Ketua Pansus DPRD Sebut Program Ubi Kayu di Trans Suka Maju Kurang Perencanaan

pena iklan

Aweng 

- Pansus Laporan Keterangan Pertangungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2020, yang dibentuk oleh DPRD  Kapuas Hulu telah melakukan rapat dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis pada tanggal 4 - 5 Februari 2021. Rapat tertutup dilakukan Pansus LKPJ dengan beberapa OPD, salah satunya Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu.

Aweng Ketua Pansus LKPJ 2020 DPRD Kapuas Hulu menyampaikan, bahwa pihaknya melalui rapat tersebut memantau implementasi perencanaan dan penganggaran. Tujuannya agar program pembangunan di masa yang akan datang terwujud dengan baik, mulai dari sisi perencanaan hingga output program tersebut.

"Salah satu program yang ditinjau oleh Pansus adalah program ubi kayu menjadi tepung Mocaf. Program tersebut dimulai di tahun 2016-2017 di Trans Suka Maju Kecamatan Mentebah. Kemudian di tahun 2020 kemarin muncul lagi program ubi kayu di Desa Benuis dan Sekubah Kecamatan Selimbau dengan anggarannya Rp 4,9 Miliar. Sementara program ubi kayu di Trans Suka Maju itu perencanaannya tidak matang," kata Aweng, Kamis 5 Februari 2021.

Aweng menjelaskan, dari Pansus DPRD sendiri sudah meninjau program terkait tepung Mocaf di Trans Desa Suka Maju Kecamatan Mentebah. Menurutnya program tersebut ada 70 Hektare yang  dikelola oleh satu kelompok. Sementara yang dipanen masyarakat hanya 3 Hektare saja. Belum lagi permasalahan muncul karena ada kendala pemasaran sehingga petani di Desa Trans Suka Maju kebingungan menjual hasil panennya. 

 "Disana mereka petani agak tidak mau memanen, karena tidak tahu jual kemana. Ini perlu dicarikan solusi untuk pemasarannya," jelas Aweng. 

Aweng menyampaikan, kenapa program ubi kayu yang dijadikan tepung Mocaf di Trans Desa Suka Maju belum berjalan baik, kemudian dikembangkan lagi di Selimbau. 

"Khawatirnya permasalahan yang sama akan terjadi disana," ucapnya. 
Terkait peogram ubi kayu yang dijadikan tepung Mocaf di Suka Maju, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu Abdurrasyid menjelaskan, kapasitas dinasnya hanya membina masyarakat dalam bidang pertanian. Itu adalah program bantuan dari usulan masyarakat.

 "Kita bantu buka lahan, kita bantu alat pertanian, kita bantu ubi dan pupuk juga disana," ucap Rasyid. 

Terkait mutu tepung Mocaf itu kata Rasyid, bukan pihaknya yang berwenang, termasuk juga dalam penjualannya. Sebelumnya pihaknya pernah membantu petani melakukan penjualan, namun  menjadi sorotan. Menurutnya pemasaran tepung Mocaf itu tidak ada masalah. Namun mutu produk tersebut yang perlu diperhatikan.
 
"Justru di Kapuas Hulu perlu puluhan ton tepung untuk kerupuk kering dan kerupuk basah. Tapi karena mutunya kurang, membuat tepung Mocaf kurang diminati. Padahal di Desa Piasak saja ambil tepungnya ke Lampung sebanyak 20 ton perbulan," ujarnya.

Selain itu Rasuid juga menyinggung terkait program ubi kayu yang dijadikan tepung Mocaf di Benuis dan Sekubah Kecamatan Selimbau. Menurutnya itu sudah dua tahun masyarakat minta bantu.

"Disana itu lahannya seluas 180 Hektare yang akan dikelola 5 kelompok.  1,8 juta batang ubi yang ditanam disana," pungkasnya. (taufiq)

Advertisement
pena iklan

Related

Kapuas Hulu 4511281009027768602

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item