Kasus Perlindungan Anak dan Narkoba Dominasi di Rutan Putussibau

pena iklan

Rio Sitorus Kepala Rutan Klas II B Putussibau 

Penakapuas.com  - Kasus perlindungan anak di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat tidak boleh dianggap remeh lagi. Faktanya, dari sekian banyak jenis kejahatan, kasus perlindungan anak termasuk pelecehan seksual terhadap anak merupakan kasus terbanyak di Rutan Klas II B Putussibau.  

"Dari 121 Napi yang berada disini, 31 orang terlibat kasus perlindungan anak. Baik itu kekerasan seksual maupun fisik lainnya," kata Rio Sitorus Kepala Rutan Kelas II B Putussibau, Rabu 3 Februari 2020. 
 
Rio menyampaikan, untuk urutan kedua kasus yang mendominasi ialah Narkoba sebanyak 29 orang dan dikuti dengan kasus - kasus lainnya. 

Sejauh ini untuk jumlah Napi yang mendekam di Rutan Putussibau kata Rio jumlahnya masih memenuhi standar dan tidak overload.

 "Kapasitas Napi tempat kami ini jumlahnya 150. Sementara yang ada 121, jadi masih aman," ujar Rio.
 
Hanya saja, untuk jumlah petugas di Rutan Putussibau jumlah masih sangat kurang bahkan tidak sebanding dengan jumlah Napi yang ada. 

"Ibarat kata 1 banding 10 antara petugas Rutan dengan jumlah Napi. Sebenarnya kami perlu 12 orang dalam 1 regu untuk melakukan pengawasan kepada Napi ini," jelas Rio. 

Kendati jumlah petugas kurang, dirinya tetap bersukur karena Napi yang menjalani hukuman di tempatnya sangat kooperatif dan tidak pernah membuat ulah sehingga rasa aman di Rutan pun selalu terjaga. 

"Tapi kami selalu tetap berhati - hati dan waspada jika terjadi gangguan didalam Rutan," pungkasnya. (taufiq)
Advertisement
pena iklan

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item