Terbentur Moratorium Transmigrasi, Kapuas Hulu Sulit Datangkan Warga Transmigrasi

pena iklan

Iwan Setiawan 

Penakapuas.com - Sudah 4 tahun Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu belum mendatangkan warga transmigrasi dari luar. Hal ini dikarenakan terbentur dengan moratorium transmigrasi yang berkaitan dengan kawasan hutan dan lahan gambut. 

"2016 terakhir kita mendatangkan warga transmigrasi. Sejak adanya moratorium tahun 2013 tentang penempatan warga transmigrasi itu tidak boleh dikawasan hutan dan lahan gambut," kata Iwan Setiawan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian Kapuas Hulu, Kamis (28/1.
  
Iwan mengatakan, pihaknya bukan tidak mampu untuk mendatangkan warga transmigrasi hanya saja pihaknya harus berhati - hati terutama masalah lahan atau tempat yang akan mereka tempati.  

"Sebelum kita tempatkan warga transmigrasi ini, lahan yang menjadi lokasi untuk mereka ini harus clean and clear dahulu agar tidak ada masalah kedepannya," ujar Iwan. 

Bahkan kata Iwan tahun lalu pihaknya sudah menjajaki dan melakukan Surve Identifikasi Calon Area (SICA) terhadap Desa Teluk Aur Kecamatan Bunut Hilir untuk dijadikan lokasi bagi warga transmigrasi. 

"Dari Bappeda Kapuas Hulu pun sudah kita surati apakah Desa Teluk Aur ini masuk kawasan hutan atau tidak. Dari Bappeda pun menyatakan bahwa desa tersebut tidak ada masalah untuk dijadikan tempat bagi warga transmigrasi," jelas Iwan. 

Lanjut Iwan, untuk menjadikan Deaa Teluk Aur sebagai lokasi warga transmigrasi, prosesnya selanjutnya masih panjang. Apalagi saat ini masih dalam pandemi Covid - 19 dan terbatasnya anggaran membuat wacana Desa Teluk Aur dijadikan tempat warga transmigrasi tertunda sementara.
 
"Mungkin habis Covid - 19 ini akan kita lanjutkan prosesnya," ucapnya. 
Iwan menjelaskan, lokasi di Desa Teluk Aur menurutnya cocok ditempati warga transmigrasi mengingat dilokasi tersebut tidak masuk kawasan hutan dan ditambah lagi tanah di desa tersebut tidak gambut.
 
"Sehingga keberadaan warga transmigrasi selain memang membuka isolasi daerah tersebut. Mereka juga bisa memanfaat wilayah tersebut untuk perkebunan," jelasnya.
 
Sambung Iwan, di Kapuas Hulu sebelum adanya moratorium, pihaknya sudah banyak mendatangkan warga transmigrasi seperti di Kecamatan Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Kalis, Mentebah, Bunut Hulu, Boyan Tanjung, Pengkadan, Silat Hilir, Embaloh Hilir.
 
"Alhamdullilah dari sekian banyak warga transmigrasi yang kita datangkan, kehidupan perekonomian dari mereka pun sudah berkembang," pungkasnya. (taufiq)
Advertisement
pena iklan

Related

Kapuas Hulu 2634110107162937743

Posting Komentar

  1. Pak jangan kan transmigrasi putra daerah aja masih banyak yg pengangguran

    BalasHapus

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item