PBM Tatap Muka Batal, Orang Tua di Kapuas Hulu Kecewa

pena iklan


Penakapuas.com  - Sejumlah orang tua di Kapuas Hulu mengaku kecewa dibatalkannya Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka yang semestinya dilakukan Senin (4/1). 
Dahlia salah satu orang tua murid mengaku khawatir dengan pendidikan anaknya yang masih TK karena harus menerapkan pembelajaran menggunakan HP. 

"Sejak masuk sekolah, anak saya belum sama sekali bergaul dengan teman - temannya. Saya khawatir mempengaruhi pergaulannya. Apalagi anak saya dibebani dengan tugas oleh gurunya," katanya. 

Dia pun sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sebenarnya dapat menerapkan pembelajaran tatap muka, mengingat kasus Covid - 19 di Kabupaten Kapuas Hulu tidak terlalu tinggi. 

"Kita bisa menerapkan protokol kesehatan saat proses belajar mengajar berlangsung," ucapnya. 
Hal serupa diungkapkan Marni orang tua murid, dirinya mengaku memiliki seorang anak yang masih SD, dimana saat Covid - 19 ini, dirinya harus berbagi waktu antara mengerjakan pekerjaan rumah dan mengajar anaknya. 

"Kadang - kadang kita stress juga harus mengajari anak belajar luar jaringan. Apalagi cara mengajar kita dengan guru itu berbeda," tuturnya. 

Marni mengatakan, saat belajar menggunakan HP, anaknya tampak bosan, anaknya lebih senang bermain HP ketimbang belajar. "Saya pun jadi khawatir, anak saya lebih banyak main HP ketimbang belajar," ujarnya. 

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat Petrus Kusnadi mengatakan pembelajaran tatap muka yang semula dijadwalkan 4 Januari 2021, ditunda sesuai Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat. 

"Belajar tatap muka di sekolah ditunda dengan memperhatikan perkembangan penularan COVID-19 setelah libur Natal dan Tahun Baru," katanya. 

Disampaikan Petrus, penyelenggaraan pendidikan semester genap Tahun ajaran 2020/2021 tetap di mulai pada 4 Januari 2021 dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring) atau pun sistem luar jaringan (luring). 
Menurut dia, tenaga pendidik tetap hadir ke sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan. 

"Jadi untuk belajar tatap muka saat ini masih ditunda, sampai pemberitahuan selanjutnya dengan memperhatikan perkembangan sebaran COVID-19," jelas Petrus.

Meski pun demikian, masing-masing satuan pendidikan diminta melengkapi sarana dan prasarana sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) standar protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih.
 "Kami tentunya tetap monitor dan mengawasi pelaksanaan pembelajaran di tengah pandemi COVID-19," kata Petrus.

Terkait penundaan pembelajaran tatap muka, Petrus mengaku sudah mengirimkan surat edaran ke masing-masing satuan pendidikan sesuai Surat edaran Gubernur Kalimantan Barat nomor 421/3466/DIKBUD/2020, Tanggal 16 Desember 2020 Tentang panduan penyelenggaran pembelajaran pada satuan pendidikan PAUD/SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK/SLB dan satuan pendidikan lainnya. (taufiq)
Advertisement
pena iklan

Related

Kapuas Hulu 7948166314247976469

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item