Kapuas Hulu Kaya Ikan, tapi Mahal

pena iklan
 
Kekayaan alam Kabupaten Kapuas Hulu terutama ikan air tawar sudah dikenal oleh daerah lain 

Penakapuas.com - Pemerintah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mencatat 250 spesies ikan air tawar ada baik di sungai maupun danau di wilayah ini.

Ratusan jenis ikan itu merupakan ikan ekonomis seperti ikan Arwana, Semah, Jelawat, Gabus, Ringgau, Botia, Betutu, Belida, Tambakan, Lais, Patin, Baung, Tapah dan sejumlah jenis ikan air tawar lainnya.
 
Penghasil ikan terbanyak di Kapuas Hulu adalah kawasan Danau Sentarum di Kecamatan Suhaid, Jongkong, Embau, Selimbau, Batang Lupar, Badau dan termasuk Bunut Hilir serta di sepanjang Kapuas. 

Namun sayangnya meskipun Kapuas Hulu ini kaya akan ikan air tawarnya, namun tetap saja harga ikan di pasaran masih mahal. Justru mahalnya harga ikan air tawar bisa mengalahkan harga daging ayam. 

Roni Januardi Kepala Dinas Perikanan Kapuas Hulu mengatakan, mahalnya ikan di Kapuas Hulu dikarenakan rendahnya pasokan ikan tangkap maupun budidaya di tingkat konsumen yang dapat disediakan dengan jumlah cukup dan berkualitas. 

"Dalam arti kata tidak ada keseimbangan antara jumlah ikan yang dibutuhkan dengan jumlah ikan yang dapat disediakan. Seperti contoh data yang ada berdasarkan tingkat konsumsi ikan perbandingan produksi dengan kebutuhan ikan persentasenya 2015 itu berkisar 27 persen," katanya baru - baru ini. 

Roni menyampaikan, kenapa pasokan ikan ini berkurang dikarenakan produksi ikan tingkat nelayan selama ini rendah meskipun potensi ikan yang ada lumayan. Sehingga ikan ini tidak dapat diangkat sekaligus karena terkendala dengan sistem logistik ikan. 

Roni Januardi 

"Sistem logistik ikan ini diantaranya menyangkut sarana penyimpanan dingin tingkat nelayan, karena nelayan tidak mungkin memanen ikan yang banyak karena dalam tempo 2 jam ikan tersebut akan berubah kualitas sehingga tidak laku. Dan terpaksa nelayan menahan produksinya sesuai kemampuan pemasarannya," jelas Roni. 

Selain masalah sistem logistik ikan, permasalahan yang ada adalah di tingkat pengumpul ikan sendiri dimana mereka belum memiliki pusat penyimpanan dalam bentuk gudang pendingin.

 "Apabila ini sudah ada maka ikan yang diproduksi oleh nelayan saat pendaratan itu bisa dimuat sementara untuk didistribusikan," paparnya. 

Selain itu kata Roni, masalah lain yang membuat ikan mahal di Kapuas Hulu ialah proses transportasi dan sistem distribusi belum terbangun. Untuk mendistribusikan dari pusat ikan ke pusat - pusat ikan seperti pasar itu memerlukan alat khusus berpendingin sementara alat ini belum ada.
 
"Belum semua lokasi - lokasi yang memiliki sumber daya ikan danau itu tidak ada tempat pendaratan ikan yakni dermaga. Sementara yang ada hanya dua yakni Jongkong dan Putussibau," ujarnya. 

Lanjut Roni, belum lagi ditingkat akhir distribusi ikan seperti pasar, yakni pasar belum memiliki sarana penyimpanan dalam waktu jangka lama. Apabila memiliki sarana ini, tentunya nelayan bisa memanen ikan berapa pun mereka mau. 

"Terhadap masalah ini, Dinas Perikanan sudah berupaya bagaimana siap menyusun perencanaan sampai persoalan penyediaan ikannya namun kendalanya kembali kepada alokasi anggaran," pungkas Roni. (taufiq)

Advertisement
pena iklan

Related

Kapuas Hulu 8399281233628877919

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item