DPD RI Apresiasi Dekranasda Kalbar Gandeng Desainer Didit Maulana Kembangkan Tenun Sidan

pena iklan

Didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Kapuas Hulu Ny Erlinawati Nasir, Ketua Persit KCK Koorcabrem 121 PD XII/Tpr  Rissa Rony melihat langsung pembuatan kerajinan di Kapuas Hulu baru - baru ini 

Penakapuas.com  - Erlinawati Nasir Anggota DPD RI mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendorong tenun Sidan menjadi usaha utama di Kalimantan Barat. Apalagi dari Dekranasda Kalbar akan menggandeng desainer ternama Didit Maulana untuk mengembangkan tenun sidan menjadi kerajinan andalan sekaligus membantu pengrajin di Kapuas Hulu.

"Kita sangat menyambut baik upaya Ketua Dekranasda Kalimantan Barat, Ny. Hj. Lismaryani Sutarmidji, mendorong tenun Sidan menjadi usaha utama di Kalimantan Barat," katanya, Kamis (21/1). 

Senator asal Kalimantan Barat ini pun sangat berterimakasih kepada Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat yang memberikan perhatian khusus kepada para pengrajin tenun Sidan. 

"Kemarin juga kita mendapatkan kunjungan dari Ketua Persit KCK Koorcabrem 121 PD XII/Tpr  Rissa Rony melihat pengrajin kita disini," ujarnya.  

Erlinawati yang merupakan Ketua Dekranasda Kabupaten Kapuas Hulu ini menjelaskan bahwa saat ini memang kerajinan tenun Sidan dilirik negara tetangga Malaysia, bahkan dari negeri Jiran ini mulai mengklaim kerajinan tenun Sidan ini berasal dari pengrajin mereka. 

"Saya tegaskan kerajinan tenun Sidan ini merupakan hasil dari pengrajin Indonesia, terutama pengrajin yang ada di empat kecamatan perbatasan Indonesia - Malaysia," tegas Erlinawati. 
 
Lanjut Erlinawati, secara kesukuan antara Indonesia dan Malaysia mungkin sama, dimana kedua Negara tersebut memilik warga yang bersuku Dayak Iban.

 "Namun secara SDM kita sangat berbeda, apalagi dalam membuat kerajinan Tenun Sidan. Kerajinan ini pun kita yang buat, disana mereka belum ahli membuat kerajinan ini," ujarnya. 

Hanya saja kata Erlinawati, Kabupaten Kapuas Hulu masih terdapat kelemahan dalam menjaga hasil kerajinan tenun Sidan ini karena hingga hari ini Tenun Sidan belum ada Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sehingga ini agak rawan untuk diambil oleh negara lain. 

"Maka untuk HAKI tenun Sidan ini kita terus upayakan," tuturnya.  

Perempuan asal Kecamatan Bunut Hilir ini, mengharapkan bagaimana semua pihak agar dapat menjaga hasil kerajinan tenun Sidan ini agar tidak diklaim oleh negara lain. Sesuai dengan pesan Ketua Persit KCK Koorcabrem 121 PD XII/Tpr  Rissa Rony, pengrajin dalam membuat tenun Sidan ini dapat menambahkan logo atau tanda pengenal jika tenun Sidan ini berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu Negara Indonesia.

"Misalnya logo KH Indonesia, sehingga kerajinan kita ini aman untuk sementara tidak diklaim negara lain," pungkasnya. (taufiq)
Advertisement
pena iklan

Related

Kapuas Hulu 2218413329846066342

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item