Banyak Di Malaysia, Kain Tenun Sidan Milik Indonesia

pena iklan

 Kerajinan Kain Tenun Sidan ini merupakan hasil karya dari Suku Dayak di Kabupaten Kapuas Hulu

Penakapuas.com - Indonesia - Malaysia merupakan satu rumpun, kedua negara ini hampir memiliki keberagaman serupa seperti keberagaman suku yakni ada suku Dayak dan Melayu. 

Untuk Kabupaten Kapuas Hulu sendiri merupakan salah satu Kabupaten di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia tepatnya di Kecamatan Badau.

Namun meskipun memiliki keberagaman suku, dapat dipastikan bahwa di negeri Jiran tersebut sangat sedikit bahkan tak ada pengrajin disana menghasilkan kerajinan tangan berupa kain terutama pada suku Dayaknya. 

Verliana Lidya salah satu pengrajin kain tenun di Kapuas Hulu mengatakan, dirinya tak menampik jika di Malaysia juga ada suku Dayak Iban,  seperti di wilayah Sri Aman, Bintulu, Miri dan Kuching akan tetapi disana jarang sekali atau hampir tidak ada pengrajin kain tenun Sidan.

Proses pembuatan kain tenun oleh Pengrajin 

 "Sehingga mereka selalu memesan kain tenun Sidan ke Indonesia khususnya wilayah Kabupaten Kapuas Hulu," katanya, Rabu (6/1). 

Perempuan berusia 48 tahun ini mengungkapkan hasil kerajinan tangan terutama kain tenun dari Kapuas Hulu khususnya kain tenun Sidan banyak diminati oleh warga Malaysia yang juga suku Dayak Iban sebagai syarat upacara adat.

" Saya saja biasanya mampu memperoleh penghasilan Rp4-5 juta rupiah perbulan," tuturnya. 

Lanjut Perempuan Asli Keturunan Dayak Iban ini mengungkapkan hasil kerajinan dari suku Dayak Iban bukan hanya kain tenun Sidan saja namun masih banyak lagi yang lainnya seperti  tenun songket, kain tenun pilih dan kain tenun ikat. 


Dandim 1206 Psb Letkol Inf Basyarudin sudah pernah mengunjungi pembuatan langsung kerajinan kain tenun Sidan ke pengrajinnya langsung yang ada di Kapuas Hulu 

Sementara itu Hasnul Shabri Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan hampir 90 persen kain tenun Sidan yang dimiliki oleh suku Dayak Iban Malaysia itu dibuat oleh warga negara Indonesia yakni Kapuas Hulu. 

"Memang tidak bisa dipungkiri bahwa Dayak Iban yang berada di Malaysia maupun di Indonesia khususnya wilayah perbatasan negara itu adalah masih bersaudara. Kain tenun sidan suku Dayak Iban kabupaten Kapuas Hulu mempunyai ciri khas motif sejak jaman nenek moyang mereka," jelasnya. 

Menurutnya kain tenun Sidan merupakan asli milik masyarakat suku Dayak Iban Kabupaten Kapuas Hulu. 

"Kami akan terus berupaya sampai kepemerintah pusat agar kain tenun ciri khas Kapuas Hulu menjadi hak paten milik pengrajin indonesia khususnya suku Dayak Iban Kabupaten Kapuas Hulu," jelasnya. 

Untuk itu Hasnul mengharapkan sinergitas dan  kesadaran dari semua pihak untuk memajukan kain tenun khas Kapuas Hulu ini untuk bisa tetap hidup dan bertahan sebagai ciri khas dan keunggulan hasil budaya masyarakat Kapuas Hulu. (taufiq) 
Advertisement
pena iklan

Related

Kapuas Hulu 6446249262321842119

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item