Tambang Liar di Mentebah Telan Tiga Korban

pena iklan

Kapolsek Mentebah Ipda Eko Susilo saat berada dirumah keluarga korban yang ikut bersama waktu bekerja kemarin 

Penakapuas.com - Aktivitas pertambangan liar di Desa Nanga Mentebah Kecamatan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu menelan korban. Tak tanggung - tanggung 3 orang menjadi korban dalam kegiatan tambang liar yang dilakukan Minggu (6/12). Ketiga korban yang meninggal yakni AD (50), SK (25) dan JN (50). Ketiga orang yang meninggal ini merupakan warga Kecamatan Mentebah. 

Ipda Eko Susilo Kapolsek Mentebah menjelaskan pada Minggu (6/12) pukul 14.00 Wib pengerjaan sedot emas dengan pekerja sebanyak 10 orang termasuk pemilik mesin sedang melakukan penyedotan dengan cara tiga orang bekerja diatas bukit setinggi 15 meter dan tujuh orang kerja dibawah bukit melakukan pencangkulan tanah secara manual.

"Namun tiba-tiba tanah bukit yang di semprot air kurang lebih 25 meter longsor membawa tiga orang pekerja yang di atas bukit, tanah yang longsor bercampur air sehingga berbentuk lumpur," katanya, Senin (7/12). 

Kapolsek mengungkapkan, tanah longsor tersebut juga menimbun 7 orang yang kerja dibawah bukit setinggi pinggang dewasa, tiga orang korban yang kerja di atas bukit yang terbawa longsor tanah dan menimbunnya dilakukan pencarian dan ditemukan selama 10 menit setelah tertimbun tanah dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.

"Tanpa ada pemeriksaan oleh pihak Puskesmas korban meninggal langsung dibawa ke kediaman korban masing-masing," ujarnya. 

Lanjut Kapolsek, pihak korban maupun pemilik mesin beserta anak buah yang lain masih dalam satu ikatan keluarga dan sepakat kecelakaan kerja penambangan emas ilegal yang mengakibatkan tiga orang meninggal diselesaikan secara kekeluargaan.

"Penambangan liar kerap mengabaikan dampak lingkungan yang ditimbulkan tak hanya mengabaikan faktor lingkungan tak jarang penambang juga mengabaikan nyawanya sendiri. Puluhan jiwa melayang akibat penambangan emas liar menjadi bukti resiko adanya penambangan liar," jelasnya. 

Sambung Kapolsek, tidak menutup kemungkinan kecelakaan kerja serupa bisa saja kembali terjadi akibat minimnya perlengkapan keselamatan kerja pada pekerja penambangan emas.

"Makanya kami beserta instansi terkait untuk selalu memberikan edukasi tentang bahaya Penambangan emas ilegal berupa kematian maupun kerusakan lingkungan," jelasnya. 

Sementara itu Jabarudin Camat Mentebah saat dihubungi  membenarkan adanya tiga warganya meninggal tertimpa tanah. 

"Saya dengar si begitu, maaf saya lagi tidak di tempat, jadi belum tau kronologis yang sebenarnya. Mungkin Polsek yang lebih pas dalam hal tersebut karena saya dapat info sudah ada rekan-rekan polsek ke TKP," pungkasnya. (taufiq)
Advertisement
pena iklan

Related

Kapuas Hulu 5779436040483112803

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item