Soal Golput di Perbatasan RI - Malaysia, Dandim Kunjungi Dusun Geruguk

pena iklan

Kunjungan Dandim 1206 Psb Letkol Inf Basyarudin ke Dusun Geruguk Desa Kumang Jaya Kecamatan Empanang, Minggu (13/12)

Penakapuas.com - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 9 Desember 2020 sudah usai, termasuk di Kabupaten Kapuas Hulu. Meskipun Pemilukada sudah usai, di Kabupaten Kapuas Hulu menyisakan cerita sendiri yakni dimana satu dusun di perbatasan RI - Malaysia yakni Dusun Geruguk Desa Kumang Jaya Kecamatan Empanang warganya memilih Golput tidak menggunakan hak pilihnya karena daerah tersebut belum teraliri listrik. 

Hal ini menjadi sorotan ditingkat nasional, akibatnya pun Dandim 1206 Psb Letkol Inf Basyarudin bersama rombongan Minggu (9/12) melakukan kunjungan ke dusun tersebut untuk bersilaturahmi. 

"Selain untuk bersilaturahmi dengan warga setempat, kita juga sekaligus untuk mendapatkan infirmasi - informasi dari masyarakat secara langsung persoalan yang ada berkaitan dengan banyaknya masyakarat tidak menggunakan hak untuk memilih pada Pilkada 9 Desember," katanya, Senin (14/12).
 
Sementara itu Titus Kepala Desa Kumang Jaya Kecamatan Empanang membenarkan jika kemarin ada Dandim 1206 Psb melakukan kunjungan kerja ke Desanya untuk mengetahui persoalan terkaitnya warganya yang banyak Golput pada 9 Desember 2020. 

"Dandim juga sudah mendata persoalan - persoalan yang  ada di Dusun Geruguk. Terutama mendata bangunan - bangunan yang akan dialiri listrik," ujarnya. 

Pria yang 7 bulan menjabat Kades Kumang Jaya ini sangat berharap melalui kunjungan Dandim 1206 Psb, mereka dapat memperjuangkan Dusun Geruguk bisa teraliri listrik. 

"Masyarakat kami merasa seperti dianaktirikan dengan tidak adanya listrik ini. Sementara Indonesia sudah merdeka 75 tahun," ucapnya. 

Lanjut Titus, masalah listrik diwilayahnya ini khususnya Dusun Geruguk, pihaknya sudah bebebrapa kali memperjuangkannya mulai dari menghadap manager PLN di Putussibau hingga membawa proposal pembangunan listrik hingga ke Pontianak.

 "Tapi alasan dari pihak PLN itu selalu beralasan anggaran, wilayah dusun Geruguk masuk zona merah sehingga sulit untuk dialiri listrik dan alasan lain - lain," jelasnya. 

Namun begitu kata Titus, pihaknya tetap memperjuangkan terus bagaimana Desa nya bisa teraliri listrik semua. "Dusun Geruguk ini merupakan pusat desa, malu juga kita di pusat desa tidak teraliri listrik sementara dusun yang lain sudah teraliri listrik," ujarnya. 

Untuk itu Titus sangat berharap kepada Pemerintah baik tingkat Kabupaten hingga Pusat dapat mendengar keluhan mereka sebagai warga perbatasan, mulai dari jalan, air bersih hingga listrik. 

"Karena ini kebutuhan dasar bagi kami, jadi tolonglah pemerintah penuhi kebutuhan kami ini," pungkasnya. (taufiq) 

Advertisement
pena iklan

Related

Kapuas Hulu 2286581041366781952

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item