Pengembangan Komoditas Tanaman Ubi Kayu Terus Didorong

pena iklan pena iklan

Bupati Kapuas Hulu AM Nasir ketika menyampaikan pidato jawaban atas pemandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Kapuas Hulu terhadap Raperda APBD tahun anggaran 2021 di ruang sidang Gedung DPRD, Kamis (26/11).


Penakapuas.com - Pemerintah Kabupaten Pemkab Kapuas Hulu masih berupaya dalam mengembangkan komoditas tanaman ubi kayu yang sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu.

Bupati Kapuas Hulu AM Nasir ketika menyampaikan pidato atas pemandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Kapuas Hulu terhadap Raperda APBD tahun 2021, Kamis (25/11) kemarin mengemukakan bahwa Pemkab akan memberikan perhatian serius dalam pengembangan ubi kayu tersebut, karena memiliki prospek pangsa pasar yang baik.

"Tanaman ubi kayu memiliki nilai ekonomis, dijadikan untuk tepung mokaf dan tapioka yang bisa menjadi bahan baku olahan beragam kuliner, salah satunya kerupuk basah," kata Nasir.

Nasir menyebutkan bahwa tepung tapioka saat ini banyak diminati oleh pelaku usaha kuliner di Kapuas Hulu, guna memenuhi bahan dasar pengolahan kue dan lain lain.

"Dari sisi harga juga terjangkau, yakni hanya Rp8000 perkilogram dari tingkah home industri, kalau dari luar Rp14000 jadi jauh murah," kata Nasir.

Bupati menyampaikan bahwa, untuk meningkatkan produktifitas yang tinggi, memang perlu memiliki lahan luas dan kapasitas pabrik berskala besar, sehingga mampu memenuhi permintaan konsumen.

Kemudian untuk pemasaran selama ini memang masih tergantung pada industri kecil menengah, seperti pengelolaan kerupuk basah dan lainnya. Nasir juga mengakui bahwa minimnya permodalannya yang dimiliki petani, sehingga produksi juga terbatas, sehingga permintaan kadang tidak bisa terpenuhi.

"Untuk itu kita upayakan peningkatan sarana dan prasarana hasil yang difasilitasi oleh APBD 2020, tahun ini kita suport, mendorong pinjaman modal dan BUMDes," kata Nasir. (taufiq)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 6883942538010923759

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item