Depan Wakil Menteri, Wabup Minta Pemerintah Pusat Serius Dorong Legalitas Kratom

pena iklan pena iklan

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong (pakai rompi) saat meninjau ke gudang Kratom di Kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (17/11)

Penakapuas.com - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Alue Dohong melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kapuas Hulu melihat potensi alam di Bumi Uncak Kapuas salah satunya Kratom. Dengan didampingi Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero, Wakil Menteri LHK tersebut melihat langsung ke salah satu pabrik Kratom milik satu pengusaha Kapuas Hulu Ilham Hamid di Kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (17/11).

Didepan Wakil Menteri LHK, Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero meminta pemerintah pusat untuk serius mendorong tanaman Kratom segera legalitas secara hukum.

"Sampai saat ini belum ada legalitas terkait Kratom bahkan sempat menjadi polemik karena dianggap masuk dalam Narkotika," katanya disela - sela kunjungan Wamen LHK ke gudang Kratom di Kalis.


Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero saat menyerahkan sampel Kratom kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Selasa (17/11)

Wabup mengatakan, saat ini memang harus ada penelitian agar ada kepastian dan kejelasan untuk masyarakat Kapuas Hulu. Menurutnya tanaman Kratom memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat Kapuas Hulu sejak Tahun 2006. Untuk saat ini rata-rata produksi 600 ton/bulan  yang dibudidayakan masyarakat dan di jual ke luar negeri.  

"Petani karet sudah beralih ke tanaman Kratom karena memang memiliki nilai jual dan menopang ekonomi masyarakat," ucap Antonius.

Sementara itu Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong mengatakan tanaman Kratom merupakan tanaman endemik yang tumbuh di hutan Kapuas Hulu Kalimantan Barat dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat, sehingga perlu adanya kajian secara detail untuk legalitas tanaman tersebut.

"Kratom butuh kajian, bisa saja dari sisi farmasi, apakah Kratom itu bisa untu tanaman obat, punya potensi ke depan bisa jadi produk farmasi luar biasa di Indonesia," kata Alue Dohong.

 Alue mengatakan, tanaman Kratom di tanam masyarakat di non kawasan hutan dan merupakan tanaman endemik, yang dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis dalam menopang perekonomian masyarakat.
Menurut dia, Kementerian Pertanian juga sudah mengeluarkan keputusan salah satunya tanaman Kratom dan apabila sudah ada legalitas kratom yang perlu juga diatur yaitu tata niaganya.

"Kami mendorong perlu adanya kajian detail dan jika ada di kawasan Taman Nasional tidak kita musnahkan dan tidak boleh diapa-apakan, namun karena merupakan tanaman endemis dan ciri khas daerah kita dorong agar tetap ada, tidak boleh di musnahkan," pungkasnya. (taufiq
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 7444497762920932247

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item