Debat Publik di Jakarta Batal, Timses Tiga Paslon Sepakat di Pontianak

pena iklan pena iklan

KPU Kapuas Hulu menggelar rapat koordinasi pemantapan debat terbuka antar Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu di aula Hotel Merpati Putussibau, Rabu (11/11

Penakapuas.com - Debat publik Pilkada Kapuas Hulu yang akan diselenggarakan oleh KPU Kapuas Hulu pada 20 November 2020 di Jakarta sempat mengundang pro kontra di masyarakat. Begitu juga pro kontra di pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu.

Untuk menyatukan persepsi akhirnya KPU Kapuas Hulu menggelar Rapat Koordinasi pemantapan debat terbuka antar Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu di aula Hotel Merpati Putussibau, Rabu (11/11).

Yusuf Habibi LO Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1 Hamdi Jafar  - John Itang dengan tegas menolak debat publik terbuka yang diadakan KPU Kapuas Hulu di Jakarta dengan berbagai pertimbangan. 

"Di Jakarta itu pandemi COVID - 19 statusnya zona merah, kemudian Kabupaten lain saja penyelenggaraan debat publiknya dilaksanakan di Pontianak. Terus kenapa hanya Kapuas Hulu yang debat publiknya di Jakarta.  Saya harapkan KPU Kapuas Hulu dapat mempertimbangkannya," katanya. 

Untuk itu Yusuf Habibi mengharapkan agar dalam debat publik nanti agar bisa diadakan di Putussibau atau di Pontianak. "Paling jauh kita debat publiknya di Pontianak," tegasnya.

Sementara itu M. Dahar Timses Pasangan Nomor Urut 3 H. Baiduri - Rufina Sedang berharap rapat koordinasi dapat menghasilkan keputusan terakhir terkait tempat debat terbuka. 

"Kami mengikuti saja keputusan rapat hari ini, mau di Putussibau, Pontianak dan Jakarta," ucapnya. 
Sementara itu Yanto Ketua Timses Pasangan Nomor Urut 3 Frasiskus Diaan - Wahyudi Hidayat menegaskan menolak jika debat terbuka yang diadakan KPU Kapuas Hulu diadakan Jakarta.  

"Kami maunya debat terbuka di Putussibau. Tapi dari voting tadi sudah sepakat di Pontianak," ucapnya. 

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan alasan mereka menolak debat terbuka di Jakarta ada beberapa pertimbangan yakni seurgen apa debat terbuka itu diadakan di Jakarta sehingga ini menimbulkan pertanyaan kenapa tidak dilaksanakan di Putussibau atau Pontianak. 

"Jakarta itukan zona merah, bahkan Gubernur sudah menyampaikan jangan dulu ke Jakarta. kalau paslon itu terpapar Covid - 19 siapa yang bertanggung jawab," ujarnya.
 
Selain itu kata Yanto pertimbangan lainnya tidak semua daerah dijangkau dengan telekomunikasi.
" Dari itu kami menyarankan pada KPU dalam hal ini kan ada gugus tugas, apakah dari KPU Kapuas Hulu sudah memberikan pertimbangan - pertombangan kepada gugus tugas yang diambil KPU," jelasnya. 

Sementara itu Ketua KPU Kapuas Hulu Ahmad Yani mengungkapkan dengan sudah mendengarkan masukan dari berbagai pihak, tentu hari ini KPU dan Paslon ingin ada putusan terbaik untuk masyarakat Kapuas Hulu.  

"Pelaksanaan debat terbuka dilakukan peninjauan ulang yang awalnya dilaksanakan di Jakarta dan setelah diambil voting maka pelaksanaan debat terbuka diadakan di Pontianak tanggal 20 November 2020. Ini menjadi jalan tengah. Semoga putusan ini tetap berjalan dengan lancar terhadap apa yang sudah diputuskan. Maka putusan ini kita tuangkan dalam berita acara," pungkas Yani. (taufiq)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 9200407857826041181

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item