Bupati: Stop BAB Sembarangan

pena iklan pena iklan

Kegiatan Deklarasi ODF di Kecamatan Jongkong yang dihadiri Bupati Kapuas Hulu AM Nasir, Senin (23/11)

Penakapuas.com - Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat terus melakukan gerakan dengan Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan atau ODF (Open Defecation Free) di setiap desa.
Senin (23/11) kemarin, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir didampingi Anggota DPD RI Ny. Erlinawati Nasir bersama jajaran OPD dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu, Forkopimcam Jongkong menghadiri Deklarasi stop buang air besar di sembarang tempat Desa Ujung Said, Nanga Temenang dan Desa Karya Baru Kecamatan Jongkong.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir menyampaikan bahwa derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor yaitu perilaku, lingkungan, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan. 
“Faktor lingkungan dan perilaku memegang peranan lebih dari 75 persen terhadap derajat kesehatan masyarakat,” AM kata Nasir.

Dikatakan Bupati, dari 282 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, hingga bulan Oktober tahun 2020 ini baru 23 desa yang tersebar di 14 kecamatan atau di kisaran 8,16 persen yang sudah layak menjadi desa ODF dan akses sanitasi jamban sehat sebanyak 71,47 persen.

“Kecamatan Jongkong telah mampu mencapai 4 desa ODF sejak tahun 2017 hingga saat ini. Dari data tersebut masih belum mencapai target karena faktor kesadaran masyarakat yang rendah dan masih banyak jamban di lanting pesisir sungai yang masih sulit untuk dilakukan perubahan menjadi lebih baik,” kata Nasir. 

Selain itu, pada pilar 2 cuci tangan pakai sabun dimana dalam hal ini merupakan salah satu upaya pencegahan dalam penanganan Covid – 19 sudah mulai meningkat secara bertahap. Seperti yang sudah dilakukan verifikasi oleh Dinas Kesehatan di Kecamatan Jongkong pada 3 desa ini, upaya penerapan cuci tangan sudah berjalan maksimal dan menjadi perilaku sehari – hari bagi masyarakat desa Ujung Said, Nanga Temenang dan Karya Baru.

Menurut Bupati Kapuas Hulu dua periode ini, untuk menciptakan lingkungan yang sehat sebetulnya juga tidaklah sulit. Hal ini bisa di awali dari hal – hal kecil, seperti tidak membuang sampah di sembarang tempat, atau membuang sampah pada tempatnya.

“Untuk mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat pemerintah telah mencanangkan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), dengan 5 prinsip stbm yaitu Stop buang air besar di sembarang tempat, Cuci tangan pakai sabun, Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, Pengamanan sampah rumah tangga dan Pengamanan limbah cair rumah tangga,” papar AM Nasir.

Lebih lanjut orang nomor satu di Bumi Uncak Kapuas ini mengatakan, deklarasi stop buang air besar di sembarang tempat atau ODF merupakan wujud pemberdayaan masyarakat desa yang dengan kemandiriannya mampu merubah perilaku menuju perilaku hidup yang lebih bersih dan sehat, dari masyarakat yang buang air besar di sembarang tempat menjadi buang air besar di jamban yang sehat.

“Hal ini merupakan bentuk komitmen yang tinggi dari masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan,” ucap Bupati.

Oleh karenanya, Nasir menyampaikan, atas nama Pemda Kapuas Hulu, dirinya mengucapkan selamat, dan menyampaikan rasa terima kasih dan bangga kepada kepala desa dan seluruh masyarakat desa Ujung Said, Nanga Temenang dan Karya Baru Kecamatan Jongkong yang telah berkomitmen untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat melalui gerakan stop buang air besar di sembarang tempat.

“Saya mengharapkan agar prestasi ini dapat dipertahankan dan berkelanjutan agar seluruh masyarakat di desa ini tetap sehat dan lingkungannya selalu terjaga kebersihannya. Saya yakin melalui gerakan stop buang air besar di sembarang tempat ini, penyakit diare, penyakit kulit, typus, hepatitis, cacingan dan lain – lain di beberapa desa Kecamatan Jongkong ini berkurang,” harap Nasir.

Bupati juga meminta agar seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Jongkong maupun desa – desa di kecamatan lain di Kabupaten Kapuas Hulu, kiranya dapat mencontoh prestasi yang sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Ujung Said, Nanga Temenang dan Karya Baru.

 “Bila perlu lakukan study banding ke desa ini untuk belajar bagaimana cara melakukan gerakan perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat menuju perilaku yang lebih sehat,” pungkas AM Nasir. (taufiq) 
Advertisement

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item