Kejari Kapuas Hulu Belum Terima Berkas Dugaan Korupsi Alkes Rumah Sakit Putussibau 2013

pena iklan pena iklan

Inilah pengadaan Alkes RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau tahun 2013 yang diketahui sudah rusak dan hilang  

Penakapuas.com - Tujuh tahun sudah kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ahmad Diponegoro Putussibau tahun 2013 belum menemukan titik terang. Kasusnya pun hingga kini masih ditangani oleh pihak kepolisian.

Kepala Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu Eddy Sumarman saat dikonfirmasi mengaku belum pernah menerima berkas kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ahmad Diponegoro Putussibau tersebut.

"Belum ada terima berkasnya, kami masih menunggu. Coba nanti saya kordinasikan. Saya belum dengar secara rinci," katanya, Jumat (2/10).

Hal serupa diungkapkan Martino Manalu Kasi Pidana Khusus Kejari Kapuas Hulu mengatakan, pihaknya belum ada menerima berkas kasus dugaan Alkes rumah sakit tersebut.

 "Belum bang," singkatnya via Whatsapp.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu AKP F Rando saat dihubungi belum bisa memberikan tanggapannya.

"Bentar saya chroscek. kebetulan saya lagi di Pontianak soalnya," pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa pengadaan Alkes RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau yang diduga tahun 2013 tersebut dianggarkan Rp11 miliar.

Sementara itu, terkait dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi modus mark up dan diduga pengadaan Alkes Rumah Sakit Umum dr.Achmad Diponegoro Putussibau, pengadaan barangnya tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak kerja. 

Sehingga terindikasi terjadinya markup dalam proyek tersebut. Kasus ini ditangani oleh pihak penegakan hukum sejak tahun 2014.

Berdasarkan hasil dilapangan, terdapat beberapa Alkes pengadaan 2013 sudah banyak rusak dan dibuang oleh rumah sakit seperti Bed pasien, Baby incubator dan lainnya.(taufiq)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 284121072064707552

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item