Disahkan UU Ciptaker, Ketua Komisi B Imbau Buruh di Kapuas Hulu Menahan Diri

pena iklan pena iklan

Aweng Ketua Komisi B DPRD Kapuas Hulu 

Penakapuas.com -  Menyusul disahkannya UU Cipta Kerja oleh DPR - RI pada 5 Oktober kemarin. Ketua Komisi B DPRD Kapuas Hulu Aweng mengmbau agar buruh yang ada di Kapuas Hulu dapat menahan diri jika ada rencana buruh untuk melakukan aksi maupun mogok kerja. 

"Saya menyarankan buruh untuk melakukan dialog. Hal tersebut akan lebih efektif. Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Coviid-19. Aksi atau demo dengan melibatkan masa berpotensi memunculkan klaster  penularan Covid-19," katanya, Selasa (6/10).

Sebagai perwakilan rakyat kata Politisi Demokrat ini, dirinya sangat memahami sikap keberatan buruh terkait UU Cipta Kerja ini. Meski demikian, ia menyarankan aspirasi serta keberatan ini menyampaikannya tidak dengan aksi turun ke jalan atau demo.

"Sebenarnya saya belum bisa memberikan komentar terlalu jauh. Lagi mau dipelajari dulu UU Cipta Kerja karena baru diterapkan kemarin," ujar Aweng. 

Anggota DPRD Kapuas Hulu yang berasal dari Kecamatan Silat Hilir ini pun mengaku pihaknya harus melihat Bab dan pasal mana saja yang menjadi kontroversial. 
"Apakah benar seperti isu yang beredar lebih memberatkan atau merugikan pihak tenaga kerja dibandingkan para investor atau pemilik perusahaan. Kita ingin pemerintah pusat dan DPR RI cepat klarifikasi Bab dan pasal mana yang menjadi kontroversial," harapnya. 

Lanjut Aweng, secara Partai Politik, Partai Demokrat di parlemen RI sudah dengan  tegas menolak pengesahan RUU Cipta Kerja saat ini. 

Menurutnya Partai Demokrat meminta supaya ditinjau lebih lanjut. Supaya UU Cipta Kerja ini benar - benar bermanfaat untuk semua kalangan terutama tenaga kerja. 

"Secara lembaga DPRD Kabupaten Kapuas Hulu terutama Komisi B yang membidangi atau berkerjasama dengan dinas tenaga kerja belum bisa memberikan komentar terlalu jauh sebelum kami pelajari secara mendetail UU Cipta Kerja ini. Kita DPRD sudah pasti untuk masyarakat Kapuas Hulu terutama para tenaga kerja kita tetap akan memperjuangkan hak mereka jika mereka merasa dirugikan," pungkas Aweng. (taufiq)
Advertisement

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item