Masyarakat Badau Masih Belum Percaya COVID - 19

pena iklan pena iklan


Penakapuas.com  - Kabupaten Kapuas Hulu sudah ada 47 orang  terkonfirmasi COVID - 19 dan 32 orang sudah dinyatakan sembuh serta 15 masih menjalani isolasi mandiri. 

Namun dari 15 orang yang masih menjalani isolasi ini, kebanyakan dari mereka ialah warga Perbatasan Indonesia - Malaysia yakni Kecamatan Badau sebanyak 10 orang. 

Namun sayangnya, meskipun banyak warga Badau terpapar COVID  - 19, masyarakat Badau seakan belum percaya dengan adanya COVID - 19 ini. 

" Ya begitulah kira - kira, yang membuat masyarakat kurang percaya dengan COVID - 19 ini karena orang yang positif COVID- 19 dengan bebas isolasi mandiri dirumahnya menyapa orang-orang lewat kayak tidak ada apa - apa," kata Adenan Camat Badau saat dihubungi via Whatsapp, Kamis (3/9).

Adenan mengungkapkan, hari ini pihaknya mengadakan pertemuan dengan Muspika untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan Covid - 19 di Badau. Serta mengsosialisasikan Perbup Nomor 57 tentang penerapan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid -19 di Badau. 

"Intinya dalam pertemuan kita tadi, jika memang ada masyarakat mempunyai persepsi demikian terhadap Covid - 19. Berarti masyarakat tersebut tidak begitu percaya dengan pemeriksaan medis yang hasil pastinya sudah diketahui. Jadi kami petugas lapangan sulit menyampaikan kebenaran tersebut dengan kenyataan dilapangan," ujar Adenan. 

Maka untuk itu kata Adenan, untuk mencegah Covid - 19 ini, pihaknya bersama desa perkuat pengawasan keluar masuknya orang dari mulai RT dan dusun. 

Hal serupa diungkapkan AKP Junaidi Kapolsek Badau, mengaku heran juga dengan masyarakat Badau yang kurang percaya dengan penyakit Covid - 19 ini. Padahal di Badau sendiri sudah banyak warga yang terpapar virus dari Wuhan China ini. 

"Banyak yang tidak percaya. Itu yang menjadi beban kita yang ada di bawah untuk menjelaskan. Mungkin tidak mau tahu sebelum terpapar," katanya. 

Ketidakyakinan masyarakat terhadap adanya Covid-19 kata Junaidi terbukti dengan banyak masyarakat yang tidak mau menjalani protokol kesehatan.Masih ada masyarakat yang enggan memakai masker jika berpergian keluar rumah.

"Padahal kami telah melakukan berbagai sosialisasi, baik melalui personal maupun media sosial," ujarnya. 

Mantan Kabag Ops Polres Kapuas Hulu ini mengaku tak habis pikir juga dengan masyarakat yang belum percaya dengan adanya COVID- 19 sementara virus ini sudah mendunia. 

"Padahal gara - gara Covid - 19 semua anggaran pemerintah banyak dipotong. Dan kita juga tidak mau capek - capek menangani Covid - 19 ini jika ini tidak benar. Nanti jika kami tidak berbuat dalam membantu pemerintah menangani Covid - 19. Nanti polisi disalahkan masyarakat," jelasnya. 

Maka untuk itu Junaidi mengajak masyarakat perbatasan agar dapat menerapkan protokol kesehatan dalam memutus rantai penyebaran Covid- 19 ini dengan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. 

"Tentunya kita tidak mau lagi warga Badau terkena Covid - 19. Mari kita sama - sama memutuskan penyebaran penyakit ini," pungkas Junaidi. (taufiq)

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 791306566419678982

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item