Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Pemilik Akun Facebook Yoga Glter Dipolisikan

pena iklan

Sejumlah Wartawan di Kabupaten Kapuas Hulu saat mendatangi kantor Sat Reskrim Polres Kapuas Hulu untuk melaporkan salah satu akun Facebook atas nama Yoga Glter yang diduga menyebarkan berita hoax terkait berita COVID - 19, Kamis (28/8)

Penakapuas.com - Diduga menyebarkan informasi hoax (bohong), ujaran kebencian serta melakukan pengancaman akan memukul dinas kesehatan dan wartawan di daerah tersebut dengan mengatasnamakan kampung Prajurit. Akun Facebook Yoga Glter akhirnya dipolisikan sejumlah Wartawan di Kabupaten Kapuas Hulu.

" Kami melaporkan akun facebook atas nama Yoga Glter atas postingannya yang kami anggap menyebarkan informasi atau berita hoax dan ujaran kebencian serta ancaman dari postingan dan komenter di akun facebook bersangkutan, yang berkaitan dengan pemberitaan kasus COVID - 19 di Kapuas Hulu," kata Wartawan Suara Pemred Syapari, Kamis (28/8).

Syapari mengungkapkan, postingan status dan komentar di facebook Yoga Glter tersebut terdapat komentar kata - kata yang sangat melecehkan profesi Wartawan disertai ujaran kebencian dan sejumlah ancaman.

Isi komentarnya kata Syapari "Ada magang nana wartawan atau pegawai kesehatan di santum sidak prajurit (dalam bahasa Melayu Putussibau).

Menurut dia arti dari kalimat tersebut yaitu ada saja nanti wartawan dan pegawai kesehatan di pukul mereka Prajurit.

" Jadi begitulah kira - kira bahasanya di facebook dan yang miris lagi, status yang bersangkutan menyatakan 18 orang kasus konfirmasi positif COVID - 19 di Kapuas Hulu sudah sembuh, padahal berdasarkan keterangan resmi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, bahwa 18 orang positif COVID - 19 belum dinyatakan sembuh," jelas pria beranak satu itu.

Syapari pun sangat menyesalkan atas postingan pada akun facebook Yoga Glter tersebut, karena selama ini pihaknya (wartawan) selalu membuat pemberitaan yang berimbang serta mengedepankan fakta serta narasumber yang berkompeten dibidangnya dalam upaya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat dalam upaya untuk mencegah hoax.

"Kita minta kepada seluruh warga agar bijak dalam berrmedsos, jangan sampai gara gara postingan dapat berujung pidana. Apalagi mengingat saat ini sudah ada aturan yang mengaturnya," tegasnya.

Sejumlah Wartawan di Kabupaten Kapuas Hulu saat dimintai keterangan di kantor polisi, Kamis (28/8)

Sementara itu Noto Wartawan Online Lokal Uncak.com menyampaikan, bahwa dalam menjalankan tugas jurnalistik atau wartawan media pers di lindungi Undang - Undang nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers pada pasal 4 (empat).

"Perlindungan terhadap pers ini dijamin melalui Pasal 4 UU Pers yang berbunyi kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara,"jelasnya.

Lanjutnya, terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hal mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

"Dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak,"terangnya.

Disampaikan Noto, berkaitan dengan persoalan postingan facebook atas nama Yoga Glter tersebut di duga melanggar pasal 27 ayat 3 di Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Dimana isinya menyebut melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik," ucapnya.

Oleh sebab itu, sejumlah Wartawan Media Pers yang bertugas di Kapuas Hulu melaporkan akun facebook atas nama Yoga Glter ke Satreskrim Polres Kapuas Hulu.

Hal senada dikatakan Wartawan Berkat Yohanes Santoso mengatakan, pelecehan terhadap profesi Wartawan khususnya pada masa Pandemi COVID - 19 sudah sering di media sosial, namun selalu berupaya diberikan pemahaman, bahwa wartawan membuat berita berdasarkan sumber yang berkompeten atau yang membidangi.

" Untuk kali ini kami tidak lagi main - main, apalagi dalam komentar FB Yoga Glter itu bukan hanya sebaran berita Hoax tetapi juga ada unsur ancaman, jadi kami laporkan hal tersebut ke polisi," kata Yohanes.

Yohanes pun berharap pihak aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan wartawan, karena hal tersebut sudah melecehkan profesi wartawan, menyebarkan hoax serta ada ancaman.

" Kami melaporkan sesuai aturan yang berlaku, karena memang kami juga bertugas di lindungi Undang - Undang khusus yaitu Undang - Undang nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers dan saat ini sudah ada juga Undang - Undang ITE," kata Noto senada dengan rekan wartawan lainnya.

Ada pun Wartawan Media Pers yang bertugas di Kapuas Hulu melaporkan persoalan tersebut ke polisi setempat yaitu Wartawan Tribun Pontianak Sahirul Hakim, Wartawan Suara Pemred Syapari, Kantor Berita Indonesia (ANTARA) Teofilusianto Timotius, Wartawan Harian Berkat Yohanes Santoso, Wartawan Uncak Noto, Wartawan Menaratoday, Bayu Widodo, Wartawan Pena Kapuas Taufiq dan Andre Wartawan Pontianak Post. (taufiq)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 8320184555546266022

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item