65 Pelajar Kapuas Hulu Berebut Jadi Dokter

pena iklan

Bupati Kapuas Hulu AM Nasir ketika mengalungkan tanda peserta seleksi dokter beasiswa Pemda kerjasama dengan Universitas Tanjungpura Pontianak saat pembukaan seleksi di Aula Bank Kalbar cabang Putussibau, Senin (3/8)

Penakapuas.com - Sebanyak 65 pelajar di Kabupaten Kapuas Hulu bakal berebut menjadi dokter. Pasalnya Pemkab Kabupaten membuka seleksi penerimaan mahasiswa baru program studi pendidikan dokter Universitas Tanjungpura Pontianak jalur beasiswa Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.

Pembukaan seleksi pun secara resmi dillakukan oleh Bupati Kapuas Hulu AM Nasir di Aula Bank Kalbar Cabang Putussibau, Senin (3/8).
Hadir sejumlah pimpinan OPD terkait dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu, ketua dan anggota tim seleksi, para guru dan siswa peserta seleksi.

Bupati Kapuas Hulu AM Nasir menyampaikan, setiap pengadaan seleksi, sekarang sudah menggunakan sistem yang tidak bisa di utak atik, nilainya 5 misal ditambah 9 itu tidak bisa.
"Jadi sistem memang sudah ketat dan profesional," tegas Bupati.

Menurut Nasir, peran sekolah memang penting, para peserta belajar dengan baik, setelah mengikuti ujian nasional nah sekarang ikut ujian seleksi dokter.
"Dari 65 jelas tersaring 15, tahap pertama kedua di KH, dari 15 maka 10 keluar, kemudian 5 ini harus mampu mengikuti kuliah dan tidak ada masalah,
Siapkan fisik dan mental, dari 65 masuk 5, yang lain sabar dan tabah, ikhtiar. Jangan patah semangat, masih ada kesempatan yang akan datang," pesan Nasir.

Menurut Nasir, untuk dokter memang agak sulit, dulu MoU 3 orang, maka Pemda minta ke Untan kuota ditambah 2 orang, jadi 5. Kemudian yang lulus selamat, jaga nama daerah nama, Kabupaten kita. Di MoU jelas ada hak dan kewajiban dibiayai pemerintah menggunakan APBD.

"Kalau minta pindah dari Putussibau tidak saya tandatangan, kalau dokter kita mau putra daerah mau ambil spesialis saya tandatangan, karena memang ini kebutuhan kita. Bekerja lebih baik sebagai dokter," harap Bupati.

Sementara itu Bahtiar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kapuas Hulu selaku ketua panitia kegiatan menyampaikan, tujuan seleksi seleksi calon dokter tersebut untuk menjaring putra-putri daerah yang berminat menjadi dokter dan mengabdikan diri di kapuas Hulu.

"Sebelum ke tahap seleksi ini, sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi pada minggu ke 2 bulan Januari sampai Februari 2020, sasarannya ke SMA dan MA di Kapuas Hulu, terutama pada jurusan IPA," terang Bahtiar.

Kemudian dilaksanakan pendaftaran pada 3 Februari sampai dengan 31 Maret. Dengan jumlah peserta awal yang mendaftar sebanyak 83 orang dari 25 sekolah. Namun yang memutuskan untuk ikut seleksi pada 3 Agustus 2020 ini sebanyak 65 orang.

"Pengumuman dilaksanakan langsung hari ini. Dari 65 peserta, akan diambil 15 orang untuk ikut seleksi kedua Tanggal 5 Agustus, kemudian tanggal 6 Agustus tes akademik dan tertulis dan akan tereliminasi 10 orang, sehingga 5 orang yang lulus akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan," papar Bahtiar.

Nantinya peserta yang lulus akan dibuatkan SK (Surat Keputusan) berdasarkan hasil tes yang sudah dilaksanakan. Pemda Kapuas Hulu kata Bahtiar, akan membiayai uang perkuliahan mahasiswa dokter sampai selesai 14 semester.

"Kewajiban mahasiswa siap mengikuti proses pendidikan dan taat pada peraturan Untan, mengabdi 15 tahun di Kapuas Hulu, siap mengembalikan seluruh biaya Pemkab jika mengundurkan diri berhenti, melanggar, tanpa keterangan masuk.

Pemda berhak menuntut mahasiswa apabila mahasiswa gagal ditengah jalan, kecuali musibah selama menempuh pendidikan," paparnya.
Sampai saat ini, target jumlah dokter kerjasama Pemkab Kapuas Hulu sejak tahun 2005 sebanyak 49 dokter umum, yang telah menjadi dokter lulus dari 2005 sampai tahun 2019 sebanyak 21 orng, dan 18 orang masih proses kuliah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua tim seleksi dokter dari Untan Pontianak dr. Alek yang juga dosen Fakultas Kedokteran Untan menyampaikan, tahun sebelumnya seleksi sebelumnya dilaksanakan bulan Maret, tapi karena pandemi Covid-19, jadi harus mundur, dengan pertimbangan, diterapkan dengan protokol kesehatan.

"Sebanyak 21 orang dokter lulusan Fakultas Kedokteran asal Kapuas Hulu sudah menyebar, kita harapkan mereka akan mengabdi di daerah setelah lulus nanti," harap Alex. (taufiq)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 3803535802148426752

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item