PLN Putussibau Didesak Terangi 5 Desa di Perbatasan Indonesia - Malaysia

pena iklan

Yanto Ketua Komisi C DPRD Kapuas Hulu saat mendampingi lima Kepala Desa wilayah perbatasan Indonesia- Malaysia dalam memperjuangkan masalah listrik di PLN Putussibau, Rabu (15/7)

Penakapuas.com - PLN Putussibau didesak oleh 5 Kepala Desa di wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia agar desa mereka segera diterangi listrik. Dengan didamping Yanto Ketua Komisi C DPRD Kapuas Hulu, mereka mendatangi kantor PLN Putussibau, Rabu (15/7).

Kelima Kepala Desa yang mendatangi PLN Putussibau tersebut diantaranya Desa Kumang Jaya Kecamatan Empanang, Desa Laja Sandang Kecamatan Empanang, Desa Kantuk Asam Kecamatan Puring Kencana, Desa Kantuk Bunut Kecamatan Puring Kencana dan Desa Merakai Panjang Kecamatan Puring Kencana.

Titus Kepala Desa Kumang Jaya Kecamatan Empanang mengatakan, kedatangan mereka ke PLN Putussibau mendesak agar PLN Putussibau segera menepati janjinya untuk surve kelapangan karena beberapa bulan yang lalu proposal pengajuan listrik 5 desa mereka sudah disampaikan ke PLN Sanggau dan Pontianak.

"Jadi jawaban dari Manager PLN Putussibau terkendala Covid - 19 sehingga pihaknya belum bisa turun kelapangan," kata Titus saat dihubungi via Whatsapp, Rabu (15/7).

Titus mengungkapkan, sebenarnya jika tidak ada Covid - 19, PLN Putussibau mestinya melakukan surve lapangan pada bulan Maret 2020 lalu.

"Untuk itu kami mendesak agar PLN Putussibau segera melakukan surve kelapangan dan kami beri waktu hingga bulan Agustus. Jika tidak bisa lagi, maka kami akan bawa semua perangkat desa ke PLN ini," ujarnya.

Lanjut Titus, selama ini untuk penerangan di desa perbatasan khususnya 5 desa di Kecamatan Empanang dan Puring hanya menggunakan tenaga surya. "Listrik dengan tenaga surya ini, belum malam saja sudah tidak mampu digunakan. Sementara kami juga banyak kebutuhan yang bergantung dengan listrik," jelasnya.

Sementara itu Yanto Ketua Komisi C DPRD Kapuas Hulu membenarkan bahwa dirinya mendampingi 5 Kepala Desa wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia dalam memperjuangkan masalah listrik.
"Ini hanya sebagai tindak lanjut dari usulan masyarakat yang sudaj disampaikan ke PLN Sanggau dan Pontianak," kata Yanto.

Sebagai Wakil Rakyat kata Yanto, tentunya dirinya sangat mendorong bagimana masyarakat di wilayah perbatasan bisa merasakan listrik negara.

"Apalagi ini daerah perbatasan, sudah sepatut dan sewajarnya masyarakat itu memohon penerangan listrik dari pemerintah," ucap Yanto.

Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, dari hasil pertemuan dengan Manager PLN Putussibau, bahwa alasan mereka lama melakukan surve kelapangan dikarena saat ini memang lagi pandemi Covid - 19.

 "Awalnya mereka berencana turun di bulan Maret kemarin, cuma karena adanya Covid - 19 menjadi tertunda. Namun jika sudah normal mereka akan turun kelapangan," pungkasnya. (taufiq)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 7571967139215861048

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item