Pembalakan Liar Hutan Kapuas Hulu, Cukong juga Harus Ditangkap, jangan hanya Pekerja

pena iklan

Tim gabungan KPH Kapuas Hulu Timur bersama TNI - Polri saat melakukan patroli mengecek pembalakan liar di wilayah Desa Nanga Raun Kecamatan Kalis baru - baru ini.

Penakapuas.com - Aksi pembalakan liar yang terjadi diduga dikawasan hutan lindung di Kabupaten Kapuas Hulu tepatnya di Dusun Nanga Raung Desa Nanga Raun Kecamatan Kalis, Selasa (8/7) lalu memang sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Bahkan aparat penegak hukum tersebut sudah menetapkan dan menahan sedikit tujuh tersangka yang merupakan para pekerja.

Hal ini pun mendapat sorotan dari Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero. Menurutnya apa yang dilakukan oleh masyarakat yang melakukan perambahan hutan di kawasan hutan lindung tetaplah salah.

"Terhadap masyarakat kita yang barangkali hanya sebagai pekerja, mungkin mereka tidak tahu. Namun jika mereka bekerja itu ada yang mendanainya, maka harus ada pemerataan hukum. Artinya dari penegak hukum jangan hanya pekerja saja yang ditangkap, tapi yang mendanainya juga (cukong)," katanya saat ditemui usai kegiatan di DPRD Kapuas Hulu, Senin (13/7).

Antonius mengatakan, jika kegiatan yang dilakukan oleh pekerja ini ada yang membekingi, tentunya apa yang terjadi terhadap para pekerja ini adalah pemilik modal. "Harusnya juga yang mendanai para pekerja memberikan pelajaran juga pada pekerja, bahwa areal apa saja dan yang mana saja yang boleh digarap," ujar Wabup.

Secara logika kata Wabup, para pekerja ini tidak mungkin berani untuk bekerja tanpa ada yang membiayainya. "Tapi kita inikan tidak menuduh, nanti inikan ada proses hukumnnya, dalam proses inilah nantinya dapat diketahui siapa yang menyuruh pekerja ini bekerja," pungkasnya.

Sementara itu Veronica Athink Sia Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat pada UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kapuas Hulu Timur mengatakan, terkait kegiatan patroli gabungan yang dilakukan pihaknya bersama TNI - Polri di Dusun Nanga Arung Desa Nanga Raun Kecamatan Kalis beberapa waktu yang lalu, pihaknya juga sudah sering melakukan patroli baik di Kecamatan Kalis maupun Putussibau Selatan.  

"Setiap bulan kita itu patroli untuk mendata wilayah mana saja hutannya yang dirambah oleh masyarakat lokal maupun luar," ucapnya. 

Vero mengungkapkan, bahwa adanya dua lokasi yang dirambah hutannya tersebut, pihaknya baru tahu adanya perambahan hutan dilakukan oleh masyarakat luar Kapuas Hulu.  

"Jadi kemarin itu ada dua lokasi yang dirambah, satu lokasi masuk dalam kawasan hutan produksi dan satu lagi kawasan hutan lindung dan itu tidak masuk dalam kawasan PT KWI," ujarnya. 

Sejauh ini kata Vero, pihaknya sama sekali tidak tahu siapa cukong yang mendanai kegiatan illegal logging tersebut. "Kami tidak tahu siapa dibelakang itu. Tapi kami pernah mendengar desas - desusnya. Tapi kami tidak bisa menyebutkan namanya," jelasnya saat didampingi M. Jamil Fatra Kasi Perencanaan dan Pemanfaatan UPT KPH Kapuas Hulu Timur. 

Sambung Vero, untuk titik kerawanan adanya perambahan hutan diwilayah Kecamatan Kalis dan Putussibau Selatan, dirinya belum mengetahui berapa banyak titik perambahan hutan tersebut. "Untuk mengetahui itu kita harus buka berkas dulu karena banyak. Misalnya bulan ini kita temukan titik perambahan hutan, sebulan kedepan sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Sementara itu Iptu Siko Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu mengatakan, pihaknya sudah menangkap Moses salah satu pemberi modal aktivitas pembalakan liar tanpa izin di hutan Desa Nanga Arong, Kecamatan Kalis wilayah Kapuas Hulu.

" Tersangka atas nama Moses sudah kami tahan karena terlibat sebagai pemberi modal kegiatan pembalakan liar," katanya.
Siko mengatakan, sebelumnya pada Rabu (8/7) Tim gabungan TNI, Polri bersama Anggota Kesatuan pengelolaan hutan telah melakukan patroli terkait kegiatan pembalakan liar di hutan Desa Nanga Arong, Kecamatan Kalis.

Menurut Siko, dalam kegiatan patroli tersebut Tim gabungan menemukan tiga orang yang mengaku bernama Rachmat,  Rohim dan Heri yang bekerja sebagai penebang kayu.

" Jadi dari pengembangan itu kita dapatkan seorang pemberi modal yaitu Moses dan kita tahan untuk proses hukum lebih lanjut. Ancaman penjara minimal satu tahun, maksimal tergantung keputusan pada sidang di pengadilan," pungkas Siko (taufiq)

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 8618557982608903432

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item