Tunggu Hasil Penelitian, BNN Beri Kesempatan hingga 2024 Penggunaan Kratom

pena iklan

Pelaksanaan meeting zoom atau Vicon antara Pemkab Kapuas Hulu antara BNN pembahasanasalah legalitas Kratom di aula DPRD Kapuas Hulu, Rabu (24/6)

Penakapuas.com - Pemkab Kapuas Hulu dan Badan Narkotika Nasional melakukan Meeting Zoom atau Vicon dalam membahas masalah Kratom di aula DPRD Kapuas Hulu, Rabu (25/6). 
Vicon yang  dihadiri langsung oleh Forkompnda Kapuas Hulu, Pengusaha dan Petani Kratom tersebut belum menemukan titik terang. Hanya tetap menunggu hasil penelitian tentang Kratom ini apakah mengandung zat narkokba atau tidak.  
Namun dari hasil meeting zoom antara BNN dan Pemkab Kapuas Hulu, dari BNN memberikan kesempatan kepada masyarakat penggunaan daun kratom ini hingga tahun 2024, bukan lagi 2022. 
"Dari apa yang disampaikan BNN itu dikatakan jika Kratom masuk dalam kategori 13 lebih berbahaya dari Narkotika. Namun kita inikan perlu regulasinya," kata Bupati. 

Lagipula kata Bupati, Kratom ini sudah lama berlangsung dimasyarakat, untuk menghentikan barang ini secara spontanitaskan tidak bisa, tentunya ini perlu penelitian, regulasi dan lainnya. 

Bupati mengungkapkan, sebenarnya pembahasan masalah kratom ini sudah pernah dibahas bersama Moldoko Kepala Staf Kepresidenan belum lama ni, saat itu dihadiri oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu. "Pembahasan Kratom ini sudah level atas yakni di Kementrian, disinilah baru ada hasilnya apakah Kratom ini dilarang atau tidak," tuturnya. 
Untuk itu pun Bupati mengimbau kepada para petani Kratom agar dapat terus berjalan usahanya karena masalah kratom ini masih menunggu penelitian yang jelas. 
Sementara itu Rajuliansyah Wakil Ketua Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (KOPRABUH) Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan, dari asosiasi tetap kompak jika Kratom ini tetap tidak dilarang. "Kenapa kita ngotot Kratom ini tidak dilarang, karena ada tiga pertimbangan mulai dari sisi ekonomi, sosial dan kesehatan," ujar mantan Ketua DPRD Kapuas Hulu ini. 

Terkait tawaran BNN terhadap penggunaan kratom hingga 2024 dirinya setuju sambil menunggu hasil penelitian Kratom secara jelas dan independen. 
Untuk itu dirinya tetap mengimbau bagi masyarakat yang sudah menanam Kratom tetap dilanjutkan selama regulasi soal Kratom ini belum ada. "Kita lihat dan tunggu saja apakah 2024 nanti sudah ada hasil penelitian Kratom ini," pungkas Ketua PPP Kapuas Hulu ini. (taufiq) 
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 2180065247888037719

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item