Kratom Penopang Ekonomi Masyarakat Kapuas Hulu

pena iklan

Abdul Hamid Pengusaha Kratom Kapuas Hulu 

Penakapuas.com - Dukungan terhadap pengembangan komoditas tanaman kratom oleh masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu terus mengalir.
Abdul Hamid, seorang pengusaha di Kapuas Hulu menyampaikan apresiasi pada pemerintah daerah Kapuas Hulu yang tetap konsisten memperjuangkan  kratom sebagai komoditas unggulan masyarakat Bumi Uncak Kapuas.
"Terimakasih kepada pemerintah daerah, karena kita juga di fasilitasi dalam rapat bersama BNN melalui video conferance. Karena kratom ini memang terbukti memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya usai mengikuti video conference. 
Hamid yakin, apabila kratom dihentikan tentu akan berdampak besar bagi masyarakat, karenanya menurut Hamid perlu penelitian yang komprehensif.
"Bahkan kalau dari sisi usaha, Indonesia secara PDB (Produk Domistik Bruto)-nya dari sumber daya alam, dan angkatan kerja 40 persen ujung tombaknya juga dari sumber daya alam," ucap Hamid.
Lebih lanjut Hamid menyampaikan, berkaitan dengan komoditas kratom tersebut, sekarang sudah hampir 40-50 persen angkatan kerja di Kapuas Hulu di sektor kratom dan sebagai penopang kebutuhan ekonomi masyarakat Kapuas Hulu.
"Maka kita dorong agar kratom ini sebagai produk unggulan prioritas di Kapuas Hulu, dari sisi komoditasnya," tegas Hamid.
Hamid tidak menampik bahwa ada potensi resiko penyalahgunaannya, namun menurut dia semua produk jika disalahgunakan tentu berimplikasi negatif, untuk itu kata dia harus dicari solusi bagaimana kratom tidak disalahgunakan di Kapuas Hulu.
"Disini peran lintas sektor, untuk memberi arahan agar kratom tidak disalahgunakan di masyarakat.
Disisi lain banyak positif jika kratom ini dikelola, yang jelas dampak bagi lingkungan untuk mengurangi abrasi pantai, kemudian perhutanan sosial dan sebagainya," katanya.
Jadi sambung Hamid, dari sisi ekonomi dan kehutanan itu sama sama berjalan. Maka ini perlu menjadi pertimbangan para pengambil kebijakan, jangan sampai kebijakan diambil salah, dan malah merugikan masyarakat.
Hamid juga menanggapi terkait perpanjangan masa pengelolaan kratom versi BNN yang ditentukan hingga tahun 2024.
Untuk perpanjangan waktu masa roadmap sampai 2024 penggolongan kratom kata Hamid, seharusnya ada penelitian dulu baru roadmap ditentukan. 
"Nah dari hasil penelitian itu kalau seandainya ditutup kita harus tahu apa substitusi tanaman yang ditawarkan pemerintah, menarik Ndak di masyarakat, dari sisi ekonomi seperti apa," tanya Hamid.
Masyarakat kata Hamid tentu menerim jika komoditas substitusi itu menarik dari sisi ekonomi dan akan bergerak cepat menangkap peluang tersebut, namun jika substitusi yang ditawarkan biasa - biasa saja dianggap tidak menarik, maka sulit berkembang di Kapuas Hulu.
"Pada akhirnya kita akan kembali ke jaman sebelumnya ilegal logging dan sebagainya marak, dampaknya luar biasa. Jadi intinya secara ekonomi Kapuas Hulu pengen setara dengan kabupaten lain, Alhamdulillah selama dikelolanya kratom oleh masyarakat,  tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat membaik, Kapuas Hulu bisa setara dengan daerah lain," tuntas Abdul Hamid.(taufiq)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 5791770370107740255

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item