Belum Ada Hasil Penelitian Jelas, Kapuas Hulu tetap Pertahankan Kratom

pena iklan pena iklan

Rapat pembahasan Kratom yang dipimpin langsung oleh Bupati Kapuas Hulu AM Nasir diaula Sekretariat Pemkab Kapuas Hulu, Kamis (18/6)

Penakapuas.com - Kabupaten Kapuas Hulu dipastikan akan tetap mempertahankan tanaman Kratom (Purik) selama belum ada hasil penelitian yang jelas terkait kandungan berbahaya yang ada di tanaman tersebut. Meskipun sebelumnya dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan tanaman yang bernama latin Mitragyna Speciosa mengandung zat berbahaya seperti Narkotika sehingga masyarakat pun diberi kesempatan untuk menanam tumbuhan ini hingga tahun 2022.
Hal tersebut tertuang dalam rapat pembahasan Kratom yang dipimpin oleh Bupati Kapuas Hulu yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu dan beberapa kepala Dinas terkait diaula Sekretariat Daerah, Kamis (18/6).
Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengatakan, tanaman kratom menurutnya banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat Kapuas Hulu. Dimana tumbuhan kratom ini menjadi pekerjaan pengganti bagi masyarakat. "Jika sebelumnya masyarakat kita ini sebagai petani karet, namun karena harga karet jatuh, masyarakat kita beralih menjadi petani Kratom," ujarnya.
Selain itu Bupati juga kurang setuju dengan BNN yang menyatakan tanaman Kratom ini mengandung zat berbahaya, soalnya selama ini dirinya belum pernah mendengar apalagi mendapatkan laporan adanya masyarakat Kapuas Hulu ada yang meninggal akibat mengolah maupun mengkonsumsi tanaman tersebut. "Justru tanaman ini meningkatkan perekonomian masyarakat kita," tuturnya.
Lanjut Bupati, sebelumnya pihaknya sudah pernah melakukan upaya penghentian tanaman kratom dengan melakukan program pemberian bantuan bibit ikan maupun bantuan bibit lainnya ke masyarakat. Namun hal tersebut belum berhasil karena masyarakat lebih menyenangi menanam Kratom.
"Maka dari itu kita akan memperjuangkan Kratom ini. Untuk itu saya minta kepada dinas terkait agar lebih menyiapkan data yang valid terkait daerah-daerah yang ada Kratom, jumlah petani dan berapa besar luasan Kratom yang ditanam. Soalnya kita akan ada melakukan video confrence dengan BNN pada 24 Juni 2020," harapnya.
Sementara itu Kuswandi Ketua DPRD Kapuas Hulu menegaskan, bagaimana pun Pemerintah Daerah Kapuas Hulu harus mempertahankan tanaman Kratom ini. "Tanaman Kratom ini telah menjadi penopang kehidupan masyarakat baik sebelum pandemi COVID - 19. Apalagi dengan masa COVID - 19 ini, hanya Kratom yang bisa diandalkan masyarakat," ujar Kuswandi.
Selain itu juga kata Kuswandi, Pemerintah Pusat juga harus memberikan ketegasan soal regulasi tanaman tersebut apakah dilarang atau tidak. Mengingat saat ini masyarakat Kapuas Hulu sudah banyak menanam tanaman primadona tersebut. "Selama inikan belum ada hasil penelitian yang jelas terkait kandungan Kratom ini," jelasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero mengungkapkan, pembahasan masalah Kratom ini pernah dilaksanakan rapat yang diinisiasi oleh Kantor Staf Presiden (KSP) pada 5 Februari 2020. Dimana saat itu dirinya mewakili Kapuas Hulu. Dimana dalam rapat tersebut juga dihadiri dari Provinsi Kalbar, Kementrian Kesehatan, Kementrian Perdagangan dan stakholder lainnya.
"Pada kesimpulan rapat tersebut bahwa Kepala Kantor Staf Presiden yakni Moeldoko mengharapkan agar tanaman Kratom harus diperhatikan dengan serius dan harus ditindaklanjutindengan pertemuan para stakholder," ujar Wabup.
Lanjut Wabup, dilihat dari aspek lingkungan, tanaman Kratom yang ada di Kabupaten Hulu diperkirakan berjumlah kurang lebih 21 juta batang yang tersebar kesemua wilayah Bumi Uncak Kapuas tentunya akan dapat menjaga kelestarian lingkungan."Karena tumbuhan ini berbeda dengan tumbuhan lainnya, dimana tumbuhan Kratom ini bisa hidup di saat musim kering maupun diair pasang," pungkasnya. (taufiq) 
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 6733175648151365671

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item