Pembagian Beras Bantuan COVID - 19 di Kelurahan Hilir Kantor Dianggap Tidak Merata

pena iklan

Beras bantuan COVID - 19 yang ada di Kelurahan Hilir Kantor ini saat ini masih dalam proses pembagian, Rabu (13/5)

Penakapuas.com - Pemerintah Provinsi Kalbar memberikan bantuan beras kepada setiap Kabupaten Kota untuk masyarakat miskin yang terkena dampak COVID 19. Begitu juga di Kabupaten Kapuas Hulu. 
Namun sayangnya di Kelurahan Hilir Kantor Kecamatan Putussibau Utara pembagian beras bantuan tersebut dianggap tidak merata dan menggunakan data yang tidak valid sehingga tidak tepat sasaran. 
Hal ini disampaikan Ujang Ketua RT 02 RW 04 Kelurahan Hilir Kantor Kecamatan Putussibau Utara.  Dirinya mengeluhkan terhadap data yang digunakan petugas kelurahan yang membagikan bantuan beras tersebut karena tanpa sepengetahuan dari RT. 
"Kami ingin bertanya darimana pihak provinsi mendapatkan data penerima bantuan di wilayahnya. Soalnya hanya ada 6 warganya yang mendapatkan bantuan beras tersebut," katanya, Rabu (13/5).
Ujang mengatakan, selama ini di wilayahnya ada sekitar 21 orang yang layak mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun saat bantuan beras dari provinsi ini kenapa hanya 6 orang saja. "Akibat bantuan beras ini menimbulkan kecemburuan sosial antar warganya. Sehingga dirinya dikomplain dan menjadi sasaran dari warga yang tidak menerima bantuan tersebut. Sementara saya tidak tahu soal data penerima bantuan itu," ujarnya. 
Dirinya pun berharap kedepan jika ada bantuan dari pemerintah, agar dari Kelurahan tidak pilih - pilih siapa yang menerima bantuan. Selain itu juga serahkan pendataan otu kepad RT, karena RT lah yang lebih tahu mana warganya yang layak dibantu. 
Hal serupa diungkapkan Norman Ketua RT 01 RW 05 Kelurahan Hilir Kantor Kecamatan Putussibau Utara mengatakan, bantuan beras di wilayahnya,  warganya tidak merata mendapatkan bantuan tersebut. "Tempat kami hanya 10 orang saja yang dapat bantuan bwras twrsebut. Parahnya lagi penerima bantuan beras tersebut tidak jelas alamatnya sehingga membuat kami juga bingung," jelasnya. 
Norman mengungkapkan, bantuan beras yang disalurkan ini pun menurutnya tidak tepat sasaran, soalnya jika dilihat ada warga yang semestinya mendapatkan bantuan tersebut, namun tidak dapat dan sebaliknya. 
"Kita maunya warga yang terkena dampak COVID - 19 mendapatkan bantuan, kecuali sesuai prosedur PNS, Pensiunan dan orang yang mampu."Kedepan kita berharap data penerima bantuan pemerintah itu harus akurat terutama data dari RT. Data dari RT tentunya pasti valid, karena untuk menentukan siapa penerima bantuan kita selalu musyawarah bersama masyarakat, " jelasnya. 
Sementara itu Rusdi Hartono Camat Putussibau Utara menjelaskan data penerima bantuan beras dari Provinsi ini merupakan data dari Kementrian Sosial RI yang dikhususkan bagi warga yang terkena dampak COVID- 19. Sehinga pihaknya baik dari Kecamatan, Kelurahan maupun Desa tidak tahu siapa - siapa penerima bantuan ini. "Pihak desa atau kelurahan itu hanya menyalurkan bantuan beras tersebut berdasarkan data yang ada," ucapnya. 
Maka untuk itu dari RT atau masyarakat yang mengeluhkan soal data bantuan tersebut sekiranya dapat langsung datang ke desa atau ke kelurahan bahkan ke Kecamatan juga boleh agar mendapatkan penjelasan soal penerima bantuan ini. "Biar RT maupun masyarakat paham bahwa pihaknya tidak mengada - ngada dalam menyalurkan bantuan beras ini," pungkasnya. (taufiq) 
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 82379514919321594

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item