Wabah COVID - 19, Permintaan Kratom Kapuas Hulu di Luar Negeri Meningkat

pena iklan

Gudang Kratom milik Abdul Hamid Pengusaha Kratom asal Kabupaten  Kapuas Hulu saat dikunjungi beberapa pejabat dari Pemerintah Pusat dan Kabupaten belum lama ini 

Penakapuas.com  - Abdul Hamid Pengusaha Kratom asal Kabupaten Kapuas Hulu menyebutkan, bahwa meskipun saat ini dunia dilanda wabah pandemi COVID - 19, permintaan ekspor Kratom di Kapuas Hulu ke beberapa negara tidak mengalami penurunan. Justru permintaan akan Kratom ini malah mengalami peningkatan. 
"Sebelum adanya wabah COVID - 19 ini, ekspor Kratom keluar negeri hanya sekitaran 300 - 400 ton perbulan. Sekarang meningkat menjadi 600 ton dan saya yakin permintaan ini justru bakal meningkat," katanya, Rabu (15/4). 
Pria yang juga bergelut di usaha properti ini mengungkapkan, negara Amerika yang paling banyak melakukan permintaan Kratom ini dan disusul beberapa negara Eropa seperti Belanda, ada juga dari Meksiko dan lainnya. "Kalau kita perkirakan yang mengkonsumsi Kratom di luar negeri mungkin ada sampai 1- 2 juta orang dan jumlah ini terus bertambah," jelasnya. 
Lanjut Hamid, wabah COVID - 19 saat ini belum begitu berdampak negatif kepada usaha Kratom ini, justru dirinya melihat banyak agen besar di Pontianak seperti Zakaria, Irvan, Yosep dan sebagainya Itu membeli sumber bahan baku dari Kapuas Hulu dalam jumlah besar
"Artinya COVID - 19 ini belum mempengaruhi daerah tujuan.  Justru saya berpikir bahwa di negara tujuan kondisi pandemic 19 sepertinya  membutuhkan Kratom sebagai penambah stamina dan imunitas tubuh," jelasnya. 
Lanjut pria yang saat ini sedang melanjutkan pendidikan S3 di Instititut Pertanian Bogor (IPB) ini menjelaskan bahwa, pihaknya bersyukur dalam kondisi wabah COVID - 19 ini, kondisi ekonomi di Kapuas masih stabil salah satunya karena berkat Kratom ini.
Pria yang akrab disapa Ilham ini, dalam mematuhi aturan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran COVID 19 ini, sebagai pengusaha Kratom, dirinya juga sudah menerapkan Phisical Distancing kepada para karyawannya baik ditingkat pengumpul maupun yang melakukan pengolahan.
"Kita tahu sendiri dalam proses seperti pemanenan dalam satu hektar atau setengah hektar itu hanya membutuhkan 5 sampai 6 orang dalam satu keluarga sehingga jika kita bagi mungkin jaraknya 10 sampai 20 meter per orang sangat terjaga dengan sisi ekonomi terbantu," jelasnya. 
Hamid yang memiliki sekitar 200 karyawan ini mengingatkan, dalam membantu pemerintah menangani COVID 19 ini, agar pengusaha Kratom yang ada di Jakarta, Pontianak, Kubu Raya dan lainnya agar tidak mendatangi Kabupaten Kapuas Hulu terlebih dahulu. 
"Saya imbau juga kepada agen - agen Kratom di Kapuas Hulu tidak mengunjungi Pontianak terlebih dahulu, soalnya penyebaran COVID 19 ini bukan antara dari masyarakat luar, tetapi penyebaran di dalam ibukota provinsi di Pontianak dan sehingga diharapkan kalau tidak mendesak tidak mengunjungi daerah-daerah rawan itu," pungkasnya. (taufiq) 
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 8787639624918803262

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item