Pemkab Kapuas Hulu Siapkan Rp43 M untuk Penanganan COVID - 19

pena iklan


Mohd Zaini 

Penakapuas.com - Sebanyak Rp43 miliar Pemkab Kapuas Hulu menyiapkan anggaran untuk penanganan COVID - 19. Dana sebesar Rp43 miliar tersebut berasal dari berbagai aspek. Mulai dari dana yang diambil dari Sisa Lebih Anggaran (Silpa) tahun sebelumnya sebesar Rp8 miliar, dana dari DAK Kesehatan Rp9 Miliar, dana pengelolaan BLUD RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau Rp13,3 M, Dana JKN FKTP Rp438 juta, Dana Bagi Hasil pajak rokok triwulan IV tahun 2019 Rp1,5 miliar dan dana realokasi anggaran kegiatan yang ada di SKPD sebesar Rp11 miliar.
"Dari hasil refocusing dan realokasi anggaran tersebut, rencananya akan digunakan untuk kegiatan penanganan terhadap dampak COVID - 19 seperti penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi, penyediaan jaring pengaman sosial dan lainnya," kata Mod Zaini Sekda Kapuas Hulu kemarin.
Sekda menjelaskan, untuk kegiatan penanganan kesehatan dibutuhkan dana kurang lebih Rp24,1 Miliar dan dianggarkan belanja tidak terduga sebesar Rp6,7 miliar.
"Dari total dana tersebut nantinya digunakan untuk pembelian APD dan perlengkapan habis pakai untuk tiga rumah sakit dan 23 Puskesmas. Kemudian pembelian Rapid Test, Pemberian Insentif Tenaga Medis, Penyediaan dan peningkatan fasilitas untuk penanganan pasien COVID - 19, Penyemprotan Disinfektan dan biaya operasional tim dan pasien kerumah sakit rujukan yang ditetapkan pemerintah," jelas Zaini.
Lanjut Zaini, sementara untuk penanganan dampak ekonomi dalam bentuk kegiatan untuk penyelenggaraan operasi pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan kurang lebih sebesar Rp289 juta dan dianggarkan dalam belanja tidak terduga yakni Rp3,5 miliar.
"Dari total dana untuk penanganan dampak ekonomi tersebut dipergunakan untuk pemberian beras kepada penduduk miskin, OP murah untuk masyarakat terdampak COVID - 19, pemberian bibit tanaman dan lain - lain," jelasnya.
Untuk penyediaan jaring pengaman sosial kata Zaini, dianggarkan dalam belanja tidak terduga sebesar Rp3 miliar yang digunakan untuk pemberian bantuan tunai langsung kepada masyarakat miskin, pemberian bantuan kepada para lansia, janda dan anak yatim, pemberian bantuan untuk ibu hamil dan pemberian kepada penyandang disabilitas.
"Kapuas Hulu juga sudah menyiapkan dana lainnya dalam belanja tidak terduga sebesar Rp5,7 miliar yang digunakan untuk dana operasional dan kegiatan penanganan tanggap darurat dan penambahan kegiatan yang belum ada maupun yang sudah ada tapi perkiraan anggarannya belum mencukupi," jelasnya.
Sambung Zaini, hingga saat ini realisasi anggaran untuk penanganan COVOD - 19 sudah mencapai Rp4,7 miliar yang digunakan untuk penanganan kesehatan di Dinas Kesehatan sebesar Rp2,2 miliar dan realisasi belanja tidak terduga sebesar Rp2,5 miliar. 
Untuk itu dalam rangka tranparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan kata Mantan Kepala BKD Kapuas Hulu.  Pemkab Kapuas Hulu telah menyampaikan data dan laporan yang diminta oleh Pemerintah Pusat, baik oleh BPKP, Kemendagri sebagaimana diatur dalam instruksi Menteri Nomor 1 Tahun 2020 dan Permenkeu Nomor 19/PMK.07/2020 serta membuat laporan pertanggungjawaban dengan melampirkan rincian penggunaan anggaran belanja tidak terduga yang ditetapkan dengan surat keputusan Bupati Kapuas Hulu.  (taufiq) 
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 8468021081881709342

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item