BRS di Kapuas Hulu Batal Dilaksanakan

pena iklan

Ambrosius Sadau 

Penakapuas.com - Dampak pemangkasan anggaran oleh Pemerintah Pusat akibat virus Corona ini membuat Bantuan Rumah Swadaya (BRS) 2020 di Kapuas Hulu yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DLHPRKP) Kapuas Hulu batal dilaksanakan. Hal ini menindaklanjuti surat Kemenkeu Nomor S - 247/MK.07/2020 tentang penghentian proses pengadaan barang dan jasa Dana Alokasi Fisik (DAK) fisik anggara tahun 2020 dan Mendagri Nomor 905/3622/SJ tentang penghentian proses pengadaan barang dan jasa Dana Alokasi Khusus ((DAK) fisik anggaran tahun 2020. 
"BRS yang terdiri dari Pembangunan Baru (PB) sebanyak 52 rumah yang terdiri dari dari Desa Nanga Embaloh, Desa Nanga Palin, Desa Sibau Hilir. Sementara Peningkatan Kualitas (PK) sebanyak 115 rumah terdiri dari Desa Tanjung Jati, Desa Benua Ujung, Desa Tanjung Jati dan Desa Nanga Nyabau," kata Ambrosius Sadau Kepala DLHPRKP Kapuas Hulu,  Senin (20/4). 
Pria yang akrab disapa Sadau ini mengatakan, DAK Afirmasi untuk BRS yang dikelola oleh pihaknya tersebut sebesar Rp4 miliar. Untuk pembatalan pembangunan BRS, ini pihaknya pun sudah menyampaikan surat kepada desa - desa yang mendapatkan program BRS tersebut. "Tinggal dari Kepala Desanya lagi yang menyampaikan pembatalan pembangunan BRS ini kepada warganya," pungkasnya. (taufiq) 
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 6656194509287646515

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item