8 Paket DAU Masuk Proses Lelang

pena iklan

Muhammad Kharbi

Penakapuas.com - Pandemi virus corona (Covid-19) yang masih mewabah di Indonesia juga berdampak pada berbagai sektor, tak terkecuali pembangunan infrastruktur di daerah. Pemerintah pusat terpaksa membatalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sebelumnya telah dianggarkan untuk menangani pembangunan infrastruktur di daerah, kecuali Dana Alokasi Umum (DAU).
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Kapuas Hulu mengungkapkan, di Kapuas Hulu semuanya ada 8 (delapan) paket proyek yang didanai menggunakan DAU bisa direalisasi tahun ini.
"Untuk delapan paket tersebut akan memasuki proses pelelangan. Harusnya DAK - DAU kita tayangkn bersama, namun karena pandemi Covid-19. Maka kita jalankan DAU saja, jadi DAK dipending," katanya belum lama ini.
Adapun delapan paket yang dianggarkan dari DAU diantaranya untuk pekerjaan ruas jalan  Nanga Lot- Nanga luan senilai Rp2 milyar, kemudian ruas jalan Menendang - Nanga Temenang Rp5 milyar, ruas jalan Bongkong - Dangkan Rp5 milyar, ruas Mataso Ulak Pauk Rp2,8 milyar.
"Berikutnya Nanga Danau - Nanga Bunut Rp10 milyar lebih, dalam kota kecamatan Nanga Bunut sebesar Rp3,2 milyar, ruas jalan Nanga Manday - Nanga Embaloh Rp5,5 milyar dan Nanga Boyan - Nanga Suruk Rp1,8 milyar," papar Boby, sapaan akrab Muhammad Kharbi.
Terkait dengan pembatalan DAK, Boby meminta masyarakat di lokasi pembangunan bersabar, dan memahami kondisi pandemi virus corona saat ini.
"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa paket DAK tersebut dipending, kemudian kita juga sampaikan melalui surat resmi ke kecamatan untuk disampaikan ke masyarakat," pungkasnya. (taufiq)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 493126491521073545

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item