Pemkab Kapuas Hulu Siapkan Anggaran Rp2,5 Miliar untuk Basmi Corona

pena iklan

AM Nasir Bupati Kapuas Hulu 

Penakapuas. com - Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah menyiapkan anggaran dana darurat Rp2,5 M untuk membasmi Virus Corona.  Anggaran itu akan digunakan untuk kegiatan penyemprotan disinfektan, belanja logistik dan alat pelindung diri atau APD. 
Untuk saat ini Kabupaten Kapuas Hulu masih dalam kondisi negatif kasus Covid-19. Meskipun jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona sudah mencapai 100 lebih, sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona hanya satu orang. 
Tentunya kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) ini akan meningkat apabila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Sehingga Pemerintah Kabupaten Kabupaten Kapuas Hulu melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan kebutuhan logistik dan APD khususnya untuk penanganan Covid-19, bagi fasilitas kesehatan di Bumi Uncak Kapuas. 
"Untuk kasus Corona ini, Kabupaten Kapuas Hulu sudah menetapkan statusnya KLB. Dana darurat yang sudah stanby ada Rp2,5 M. Nanti kita akan rapat kembali, karena dana tersebut tidak akan cukup menangani penyebaran Covid 19," kata AM Nasir Bupati Kapuas Hulu,  Selasa (31/3). 
Bupati mengatakan, kegiatan pencegahan yang dilakukan Gugus Tugas Covid - 19 hingga hari ini masih berjalan, selain menggunakan dana darurat, dalam mencegah penyebaran Covid 19 ini ada juga menggunakan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di setiap Puskesmas. 
Sementara itu Razali Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu mengapresiasi atas apa yang dilakukan Polres Kapuas Hulu dalam mencegah penyebaran Covid 19 dengan melakukan penyemprotan disinfektan massal hari ini. "Sebenarnya pencegahan Covid 19 ini bukan hanya menjadi tugas Polres Kapuas Hulu saja, melainkan semua pihak," katanya. 
Selain itu kata Politisi PPP ini, Pemda Kapuas Hulu sudah menyiapkan anggaran dalam penanganan Covid 19 ini untuk membeli APD, hanya saja APD yang dibutuhkan sangat terbatas. "Kita sudah siapkan dana untuk melawan Covid 19 ini, namun barang yang dicari tidak ada, mau bagaimana lagi. Soalnya masalah terbatasnya APD ini bukan hanya di Kapuas Hulu, " tuturnya. 
Lanjut Razali, Kabupaten Kapuas Hulu ini sebenarnya bisa terhindar dari Covid 19, asalkan masyarakatnya memiliki kesadaran sendiri dalam menjaga kesehatan dan menaati aturan pemerintah. "Kita disinikan tidak ada yang positif Corona, hanya statusnya baru ODP dan PDP. Asalkan kita sadar dalam menjaga kesehatan dan mengikuti program pemerintah, saya yakin, kita aman - aman saja dari virus Corona," ujarnya. 
Sambung Razali, saat ini Bupati Kapuas Hulu sudah mengeluarkan Surat Edaran terhadap pemilik usaha agar membatasi operasionalnya, maka dari itu ia sangat mengharapkan pelaku usaha dapat mentaati aturan tersebut. "Kalau bisa pemilik usaha tidak membuka dulu usahanya sebelum kasus Covid 19 ini benar - benar hilang, ini semua demi keselamatan kita bersama," harapnya. 
Selain itu Razali menegaskan, agar Satpol PP untuk lebih tegas dalam menegakan aturan bagi pemilik usaha yang masih membandel membuka usaha diluar jam yang sukdah diatur. "Kalau bisa dari Pol PP dan kepolisian dapat bertindak tegas terhadap pemilik usaha yang bandel. Daripada mereka menyusahkan orang lain, lebih baik ditertibkan, " pungkasnya. (taufiq)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 8210922957097057335

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item