Pegawai RSUD Putussibau Mengeluh, Uang Jasa Pelayanan Belum Dibayar

pena iklan

RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau 

Penakapuas.com - Pegawai RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau mengeluh, pasalnya uang jasa pelayanan mereka hingga hari ini belum dibayarkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu. Uang jasa pelayanan pegawai RSUD Putussibau yang belum dibayarkan 
terhitung dari bulan April 2019 - Februari 2020. Diperkirakan, tunggakan pembayaran uang jasa pelayanan itu nilainya mencapai miliaran rupiah
“Jasa pelayanan April 2019 hingga Februari 2020 yang menjadi hak kami belum diberikan. Kami harapkan masalah ini cepat dibereskan,” kata salah satu pegawai RSUD Putussibau yang enggan disebutkan namanya, Selasa (3/3). 
Menurut dia, setiap bulan, para tenaga medis yang terdiri dari dokter spesialis, perawat, serta pegawai lainnya menerima tunjangan jasa pelayanan terhadap pasien. Besarnya bervariasi tergantung jabatan dan jumlah pasien yang ditangani.
"Kita kasihan juga dengan kawan - kawan yang melakukan pelayanan, apalagi terhadap tenaga kontrak. Mereka punya anak istri yang dibiayai," ucapnya. 
Dijelaskannya, terdapat ratusan orang yang bekerja di RSUD Putussibau yang sampai saat ini belum menerima jasa pelayanan. Meski demikian, mereka tetap berkomitmen bekerja dan melayani pasien.
Sementara itu Zainudin Kabag TU RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau tak menampik jika uang jasa pelayanan bagi pegawai RSUD Putussibau belum terbayarkan. 
"Ini akibat dari BPJS Kesehatan yang telat membayar ke kita. BPJS Kesehatan selama ini membayar ke kami itu tidak secara periodik, sehingga pembayaran uang jasa pelayanan bagi pegawai RSUD Putussibau terganggu," ujarnya. 
Zainudin menjelaskan ada dua dana yang mesti dibayar oleh BPJS Kesehatan kepada pihak rumah sakit yakni dana jasa sarana dan dana jasa pelayanan. 
"Karena hutang kita banyak, sehingga dana jasa pelayanan yang ada terkadang digunakan untuk membayar hutang kepada pihak ketiga untuk membeli obat. Sehingga jika kita tidak membayar kepada ke pihak ketiga untuk membeli obat dan lainnya, maka pelayanan akan terganggu," ujarnya. 
Zainudin mengungkapkan, sebanyak 500 lebih pegawai RSUD Putussibau belum mendapatkan uang jasa pelayananya dan jumlahnya pun mencapai miliaran rupiah. "Namun perlu dipahami semuanya, bahwa kami akan tetap membayar uang jasa pelayanan pegawai," ucapnya.
Lanjutnya, akibat dari terlambatnya pembayaran dari BPJS Kesehatan ke rumah sakit, bukan hanya membuat pembayaran jasa pelayanan pegawai terganggu,  namun pengadaan obat dirumah sakit pun menjadi terganggu. "Kendati begitu, pelayanan dirumah sakit tetap berjalan dengan baik, karena kita juga sudah memberikan pemahaman kepada mereka terkait uang jasa pelayanan ini," tuturnya.  
Sementara itu Direkrut RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau Poltak Sianturi tak menampik jika uang jasa pelayanan pegawainya belum dibayarkan oleh pihaknya. Hal ini dikarenakan dari BPJS Kesehatan sering telat membayar ke rumah sakit, sehingga pembayaran uang jasa pelayanan pun terganggu. "Dan ini terjadi se Indonesia, tapi sekarang secara bertahap sudah dibayarkan ke rumah sakit dan sudah dibayarkan juga jasanya," pungkasnya. (taufiq) 

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 6678637797840952361

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item