Masih Mendekam di Rutan, Dua Peladang di Kapuas Hulu Minta Bebas

pena iklan


Petrus Ujai dan Sulang dua peladang Kapuas Hulu saat ini masih mendekam di Rutan Kelas II B Putussibau 

Penakapuas.com - Jika di Kabupaten Sintang enam peladang dibebaskan oleh Pengadilan Negeri Sintang yang terkait kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 
Lain halnya dengan dua peladang di Kapuas Hulu yakni Petrus Ujai (32) dan Sulang (61), dua peladang asal Kecamatan Embaloh Hulu tersebut sudah divonis Pengadilan Negeri Putussibau selama 5 bulan dan saat ini sudah menjalani hukuman di Rutan Putussibau selama empat bulan. Kedua peladang ini sebelumnya ditangkap polisi  karena dianggap melanggar melakukan pembakaran hutan dan lahan. 
Saat ditemui dan diwawancarai di Rutan Putussibau, Selasa (10/3), Petrus Ujai salah satu pembakar lahan ini mengaku sangat kecewa dengan penegak hukum atas penangkapan dirinya dan kakeknya. "Banyak yang tidak adil atas penangkapan kami ini, mestinya bukan kami saja yang membakar lahan ini ditangkap, tapi banyak masyarakat Kapuas Hulu yang membakar. Jadi saya lihat kasus kami ini dipaksakan sama polisi," katanya. 
Maka untuk itu kata Petrus Ujai, sebenarnya dirinya tidak terima atas penangkapannya, untuk itu dirinya sangat berharap agar bisa dibebaskan. 
Pria berusia 32 tahun ini, ditangkapnya dirinya dengan kakeknya pada bulan Agustus 2019, dirinya benar - benar tidak mengetahui ada aturan bahwa membakar lahan itu dilarang. Jangankan dirinya sebagai masyarakat biasa, Kepala Desa di wilayahnya saja tidak mengetahui aturan tersebut. "Saya waktu itu memang ada membakar lahan seluas setengah hektare, hanya saja katanya apinya merembet dan membakar lahan yang lain seluas 2 hektar," ujarnya. 
Adanya penangkapan terhadap dirinya, sebelumnya dirinya pernah meminta pihak kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini ketingkat bawah, hanya saja menurut kepolisian tidak bisa lagi, soalnya kasus pembakaran lahan ini sudah diketahui di Mabes Polri. 
Untuk itu kata Petrus, kendati begitu dirinya twtap menerima hasil vonis yang sudah diberikan Pengadilan Negeri Putussibau. Saat ini kondisi dirinya dan kakeknya didalam Rutan Putussibau terlihat sehat dan baik - baik saja. "Kami di Rutan ini baik - baik saja, pelayanan pihak Rutan juga baik kepada kami. Kami sebulan lagi bebas," pungkasnya. 
Sementara itu Rio M Sitorus Kepala Rutan Klas II B Putussibau mengatakan, kondisi dua warga binaan mereka yang terlibat kasus Kebakaran Hutan dan Lahan saat ini baik - baik saja."Mereka ini baik - baik saja, sebulan lagi mereka bebas," ucapnya. 
Sebelumnya Hakim Pengadilan Negeri Putussibau Veronika Sekar mengatakan, Pengadilan Negeri Putussibau menjatuhkan vonis lima bulan penjara terhadap dua orang petani dari Kecamatan Embaloh Hulu wilayah Kapuas Hulu terkait kasus Karhutla.
"Kedua terdakwa yaitu Petrus Ujai dan Sulang divonis lima bulan pidana penjara, yang mana sidang putusan terhadap perkara tersebut sudah dilaksanakan pada 17 Februari 2020 lalu. Majelis hakim juga memerintahkan agar kedua terdakwa tetap berada di dalam rumah tahanan," pungkasnya. (taufiq) 
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 7758769264125135957

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item