Jalur Tak Resmi di Perbatasan Harus Ditutup

pena iklan

Dandim 1206 Psb Letkol Inf Basyarudin 

Penakapuas.com - Dandim 1206 Psb Letkol Inf Basyarudin mengungkapkan, bahwa TNI yang bertugas di perbatasan Indonesia- Malaysia perbatasan sudah mendapatkan perintah dan arahan dari pimpinan agar mensosialisasikan ke masyarakat agar tidak melintas ke negara tetangga Malaysia mengingat Covid - 19 mulai mewabah. "Mengenai jalur - jalur tidak resmi yang ada disepanjang perbatasan dengan itu semua harus ditutup," katanya kemarin.
Penutupan jalur tidak resmi diperbatasan tersebut, hal ini berkaitan dengan kebijakan dari Negara Malaysia yang sudah memberlakukan Lock Down. "Kita juga ingin membantu Pemerintah Daerah dalam mencegah penyebaran Covid 19 ini," tegasnya.
Dandim mengatakan, jalur tikus diperbatasan itu banyak, karena perbatasan darat dengan Malaysia sangat panjang dan tidak ada pagarnya. "Namun bisa dikonfirmasi lebih jelas ke Satgas Pamtas, karena Satgas Pamtas yang menjaga di sepanjang perbatasan," jelasnya.
Sementara itu Dansatgas Pamtas Yonif 133/YS Letkol Inf Hendra Cipta mengungkapkan, bahwa jalur tikus di Kapuas Hulu ini ada 17 titik. Hanya saja jalur tikus yang aktif hanya ada 5 titik. " Di Badau ada 3 jalur tikus, satu lagi di jalur dekat perkebunan sawit dan satu lagi di Semawang II juga ada jalur tikus," ujarnya.
Hendra menjelaskan, selama ini masyarakat perbatasan pergi ke Malaysia menggunakan jalur tikus, namun kepergian warga Indonesia ke Negara tetangga itu ada yang perginya berkebun dan ada juga yang membeli sembako untuk kebutuhan pribadi. "Untuk kebutuhan pribadi dalam membeli sembako ke Malaysia, kami masih memberikan toleransi. Tapi jika sembako untuk dijual lagi ke Indonesia, tentu kita larang," paparnya.
Hendra mengatakan, tidak ditutupnya jalur tikus selama ini hanya untuk mempermudahkan masyarakat perbatasan pergi ke Malaysia yang sifatnya urgen seperti berobat. Soalnya PLB Badau tersebut bukanya pun tidak 24 jam.
Lanjut Hendra, jalur tikus yang ada di perbatasan pun, kebanyakan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Sementara jalur tikus yang bisa dilewati mobil ada dua yaitu pos jalan SMA Badau dan Seimawang II Puring Kencana.
Maka dari itu kata Hendra, untuk mencegah penyebaran Covid - 19 di perbatasan, dirinya tidak mempermasalahkan jika jalur tikus yang ada ditutup. "Kita siap dukung Pemerintah Daerah dalam membantu pencegahan Covid- 19 ini," tegasnya.
Sambung Hendra, untuk pengawasan jalur tikus yang ada, selama ini pihaknya melakukan pengawasan ketat terhadap warga perbatasan yang ingin melintas ke Malaysia. "Seperti jalur tikus di Mentari ada anggota kita yang berada di pos untuk melakukan pengawasan, begitu juga dengan jalur tikus lainnya," pungkasnya. (taufiq)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 1892909000738466987

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item