Enam Pelaku PETI Ditangkap Aparat Penegak Hukum Dianggap hanya Tumbal

pena iklan

Suasana diluar kantor Pengadilan Negeri Putussibau dalam sidang pembacaan tuntutan terhadap enam pelaku PETI di Kapuas Hulu untuk sementara ditunda oleh Pengadilan Negeri Putussibau hingga 18 Maret 2020, Rabu (5/3)

Penakapuas.com  - Ditangkapnya enam pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kapuas Hulu oleh aparat penegak hukum pada bulan Nopember 2019 lalu dianggap hanya sebagai tumbal untuk menutupi pelaku PETI sesungguhnya dari para cukong - cukong yang ada. 
Hal ini diungkapkan Ijon keluarga pelaku PETI dari Suhardi yang merupakan warga Desa Sungai Besar Kecamatan Bunut Hulu. Menurutnya kenapa pelaku PETI yang menggunakan alat - alat kecil saja yang ditangkap, sementara pelaku PETI yang menggunakan alat berat tidak tersentuh hukum. 
"Kami minta keadilan dengan aparat penegak hukum, kenapa kami pelaku PETI yang kecil saja yang ditangkap," katanya saat menghadiri sidang pembacaan tuntutan terhadap enam pelaku PETI  di Pengadilan Negeri Putusibau, Rabu (5/3). 
Ijon mengungkapkan, dirinya sangat jengkel dengan aparat penegak hukum dalam melakukan penangkapan kepada para pelaku. Dari beberapa pelaku yang ditangkap, ada yang ditangkap saat berada dirumah. 
Sementara itu Kamaruzaman Kepala Desa Riyam Mengelai Kecamatan Boyan Tanjung mengatakan, pihaknya hanya mengharapkan keadilan pada aparat penegak hukum dalam penertiban PETI di Kapuas Hulu. 
"Tuntutan masyarakat itu hanyalah mengharapkan rasa keadilan itu ada. Seperti ada wilayah pertambangan yang lebih besar, namun tidak ditangkap," ujarnya. 
Kamaruzaman pun heran dengan aparat penegak hukum, kenapa masyarakat biasa yang hanya melakukan kegiatan tambang dengan alat kecil ini ditangkap, sementara ada pengusaha atau cukong yang memiliki alat berat dan mempunyai karyawan tidak pernah diproses. 
Terhadap ditundanya sidang hari ini, dirinya cukup kecewa, namun bagaimana pun mereka menghargai proses hukum yang ada. 
Sementara itu Veronika Sekar Widuri Hakim Pengadilan Negeri Putussibau mengatakan, hari ini memang ada sidang terhadap enam pelaku PETI di Kapuas Hulu. "Agenda sidang hari ini adalah pembacaan tuntutan, namun sidang hari ini ditunda sampai tanggal 18 Maret 2020," ujarnya. 
Veronika menjelaskan, ditundanya sidang hari ini hingga dua minggu kedepan, hal ini karena ada enam berkas terdakwa sehingga pihaknya pun harus mempertimbangkan dari keterangan saksi, dari para ahli dan fakta-fakta yang ada di persidangan, bagaimana nanti dengan berkaitan dengan tuntutan yang dibacakan hari ini. 
"Berkaitan dengan apakah nanti para terdakwa bersalah atau tidak, kalau memang nantinya bersalah berapa hukuman itukan dan permohonan dari para terdakwa tadikan juga kita harus perhatikan. Tentunya kita harus musyawarahkan untuk mendapatkan putusan yang seadil-adilnya baik untuk semua pihak," jelasnya. 
Menyinggung soal ramainya keluarga pelaku PETI datang ke Pengadilan Negeri Putussibau hari ini, menurut Sekar suatu hal yang wajar. 
Mereka hadir di Pengadilan ini sebagai  partisipasi dari keluarga para terdakwa itu wajar malah dirinya mengapresiasi bagus, karena mereka mendampingi para keluarga yang sedang dalam kesusahan ini harus penuh dukungan. Bagaimanapun orang menjalani hukuman satu hari atau satu tahun itu sama saja. 
"Jadi kalau mereka para keluarga memberikan dukungan ke sini itu bagus asal mereka tidak membuat keributan, tentunya tidak merugikan diri mereka sendiri," pungkasnya. (*)

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 64953519263368755

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item