Dua Tahun Bosda di Kapuas Hulu Dialihkan, PGRI Kapuas Hulu Anggap Keliru

pena iklan
 
Sunarko Ketua PGRI Kapuas Hulu ketika bersama Petrus Kusnadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu belum lama ini 

Penakapuas.com  - Sudah dua tahun pelajar TK/SD/SMP di Kapuas Hulu ini tidak bisa menikmati lagi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dari Pemkab Kapuas Hulu. Sebab Pemkab Kapuas Hulu telah mengalihkan bantuan tersebut.
Pengalihan dana Bosda tersebut sangat disesalkan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kapuas Hulu. Padahal Bosda tersebut sangat membantu biaya operasional sekolah yang tidak bisa dibayar oleh Bantuan Operasi Sekolah Nasional (Bosnas). 
"Contohnya dengan Bosda Pemkab Kapuas Hulu bisa membayar gaji petugas kebersihan sekolah, sekuriti,  guru honor sekolah dan lainnya," kata Sunarko Ketua PGRI Kapuas Hulu, Rabu (11/3). 
Sunarko menjelaskan, dana Bosda di Kapuas Hulu menurutnya dialihkan pembelian komputer untuk UNBK. "Menurut saya dialihkannya dana Bosda untuk komputer itu keliru, harusnya pembelian peralatan UNBK dianggarkan tersendiri," kesalnya. 
Lanjut Sunarko, secara pasti dirinya tidak mengetahui berapa jumlah Bosda Kapuas Hulu setiap tahunnya, hanya saja yang diketahuinya bahwa setiap rombongan belajar diberikan Bosda sebesar Rp800 ribu. "Tinggal dikalikan saja berapa jumlah rombel TK, SD dan SMP se - Kapuas Hulu," tuturnya. 
Untuk itu kata Sunarko, PGRI Kapuas Hulu sangat berharap Bosda dicairkan kembali seperti keputusan Konkerkab PGRI tahun 2019.
"PGRI juga telah menyampaikan surat resmi ke dinas pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu terkait hal ini. Mudah - mudahan dikabulkan oleh pemerintah daerah," harapnya.
Sementara itu Petrus Kusnadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu mengatakan, bahwa Bosda Kapuas Hulu memang sudah dua tahun ini dialihkan untuk kegiatan kependidikan lain. 
"Bosda Kapuas Hulu bukan dihilangkan atau dihapuskan, tetapi dialihkan untuk kegiatan kependidikan lain, karena dua tahun berturut-turut terakhir, semua OPD mendapat pemotongan anggaran. Tapi kami bertekad kedepannya Bosda tetap ada," ujarnya. 
Kusnadi menjelaskan, Bosda itu dihitung berdasarkan rombongan belajar, sedangkan Bosnas berdasarkan jumlah siswa. Bosda diperuntukan kegiatan yg tidak bisa dibiayai oleh Bosnas yang sifatnya fleksibel.
"Untuk jumlah Bosda Kapuas Hulu setiap tahunnya diperkirakan miliaran rupiah, untuk detail jumlahnya di manajemen bos datanya," pungkas Sekretaris DAD Kapuas Hulu ini. (taufiq) 
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 8570403550731695883

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item