Bea Cukai Badau Tunggu Berkas Kasus Penangkapan Gula 7,2 Ton

pena iklan

Gula 7,2 ton asal Malaysia yang diduga illegal sempat diamankan oleh anggota Kodam XII Tanjungpura dan sempat diamankan di Polsek Badau belum lama ini 

Penakapuas.com - Bea Cukai Nanga Badau hingga hari ini masih menunggu berkas kasus penangkapan gula yang diduga illegal sebanyak 7,2 ton yang diamankan oleh anggota Kodam XII/Tanjungpura, dijalur tikus Desa Sebindang, Rabu (18/3). 
"Sampai saat ini kasus pengamanan gula itu belum diserahkan ke Bea Cukai. Saat ini barang tersebut masih dengan mereka yang nangkapnya," kata Jufri Kasi Penyelundupan Bea Cukai Nanga Badau, Sabtu (21/3). 
Jufri mengatakan, sebenarnya instansi yang melakukan penangkapan gula tersebut mau menyerahkan kasus ini kepada pihaknya, namun sesuai aturan yang ada di Bea Cukai, mereka harus melengkapi dulu berkas - berkas hasil pemeriksaan mereka bahwa salahnya apa. "Sampai saat ini mereka belum melengkapi itu jadi masalah ini belum kami terima. Jadi kalau saya cerita sesuatu yang belum saya terima nanti dikira ngarang. Kalau sudah saya terima saya akan sampaikan informasinya," jelasnya. 
Sebelumnya diberitakan bahwa personel Kodam XII/Tanjungpura, berhasil mengamankan gula ilegal seberat 7,2 ton yang berasal dari Malaysia.
Gula kemasan sebanyak 600 ball tersebut, diduga akan diselundupkan ke wilayah Indonesia. Gula pasir tanpa dokumen yang sah tersebut diamankan, di Desa Sebindang, Kecamatan Badau (18/3)
Hal ini disampaikan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tpr, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe,  Jumat (20/3). 
Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe menerangkan, awalnya gula ilegal tersebut diamankan personel Kodam XII/Tpr saat melakukan pengawasan terhadap aktifitas masyarakat yang keluar masuk, melalui jalur tikus perbatasan. Dalam rangka mencegah wabah virus corona.
Saat melaksanakan pengawasan, pada hari Rabu (18/3/2020) lalu, sekira pukul 03.00 WIB, personel Kodam XII/Tpr yang dipimpin Letda Inf Derajad, bersama dengan 3 personel lainnya, mendapati 1 unit mobil dump truck dengan nomor kendaraan KB 8331 FA yang melaju kencang dari arah Kecamatan Badau menuju ke arah Kota Putussibau.
“Selanjutnya personel kita, menghentikan kendaraan tersebut untuk melaksanakan pengecekan dan setelah dilakukan pemeriksaan didapati kendaraan tersebut bermuatan gula yang berasal dari Malaysia,” terang Kapendam XII/Tpr.
Sedangkan pengemudi, diketahui berinisial TSR yang merupakan warga Badau, sedangkan untuk kernet diketahui berinisial HJP sesuai dengan di KTP, berasal dari Kuta Jungak, Kabupaten Pakpak Barat, Sumatera Utara.
"Saat keduanya diminta menunjukkan dokumen yang sah,  ternyata keduanya tidak bisa menunjukan dokumen tersebut,”pungkasnya. (taufiq) 
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 7423141551528943461

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item