Pengembangan Ubi Kayu, Pemkab Kapuas Hulu Anggarkan Rp5,3 Miliar

pena iklan

Puluhan ribu bibit ubi kayu yang dipersiapkan pemerintah daerah untuk pengembangannya pada tahun 2020 ini

Penakapuas.com - Sempat ditunda tahun lalu pengembangan ubi kayu di Kapuas Hulu dikarenakan masalah sertifikasi benih ubi. Tahun ini dipastikan pengembangan ubi kayu akan dilanjutkan. Melalui dana APBD 2020, Pemkab Kapuas Hulu sudah menganggarkan dana sebesar Rp5,3 miliar untuk ditanam dilahan seluas 270 Hektare. 
"Pengembangan ubi kayu seluas 270 Ha ini meliputi daerah Sekubah Kecamatan Jongkong, Grayau Kecamatan Selimbau dan Benuis Kecamatan Selimbau," kata M. Sudirman Kabid Tanaman Pangan dan Horti Kultura pada Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, Jumat (21/2). 
Dari dana Rp5,3 miliar tersebut kata Sudirman, dipergunakan untuk beberapa hal diantaranya persiapan lahan, sarana pendukungnya, penyiapan stek dan proses penanaman termasuk pupuk. Kemudian pengadaan mesin pengolah tepung, tempat penjemuran serta rumah mesin pengolah tepung dan sarana pendukung pasca panen. 

Bibit ubi kayu hasil kebun interes  yang sudah dilakukan oleh Dinas Pertanian selama bulan Januari 2020 ini sudah dilakukan penglabelan 

Lanjut Sudirman, dari 270 Ha lahan untuk pengembangan ubi kayu tersebut, jumlah benih ubi yang mesti tertanam dilahan tersebut harus mencapai 1.980.990 stek. 
Untuk mencapai target tersebut kata Sudirman, pihaknya pada bulan Januari kemarin sudah melaksanakan penanaman kebun interes untuk menyiapkan stek yang akan ditanam demi memenuhi 270 hektare. "Kita sudah melakukan penanaman sebanyak 80 ribu stek di tahap pertama dan tahap kedua juga berjumlah 80 ribu. Penanaman kebun interes ini akan terus dilakukan di Sukamaju Mentebah," ujarnya. 
Tentunya penanaman kebun interes sudah ada penglabelan, dimana untuk penglabelan ini pihaknya sudah bekerjasama dengan Unit Balai Pengawasan Sertifikasi Benih dan Tanaman Pangan Pontianak. 
Sambung Sudirman, untuk pengerjaan pengembangan ubi kayu ini, bagi penyedia jasa yang berminat untuk mendapatkan paket pekerjaan ini tentu harus melalui proses lelang. 
Maka untuk itu, sejauh ini pihaknya masih melakukan proses yakni konsultan perencanaan sedang menyelesaikan rekayasa lapangan dan tinggal menunggu dokumen perencanaan dan selanjutnya pada akhir Maret nanti baru diusulkan ke ULP untuk proses pelelangan. 
"Harapan kita di bulan Mei sudah bisa jalan paket ubi ini," pungkasnya. (taufiq) 
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 8491794257748646750

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item