Motif Ekonomi, Neneng Membunuh Utin

pena iklan

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi didampingi Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu Iptu Siko saat memperlihatkan barang bukti pembunuhan yang dilakukan Neneng terhadap Utin Hairunisa alias Siti dalam menyampaikan press release di Polsek Kota, Selasa (18/2) 
 
Penakapuas.com - Polres Kapuas Hulu menggelar press release terkait pembunuhan sadis yang terjadi di Desa Lanjak Batang Lupar, Kamis (6/2). 
Dipimpin Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi menyampaikan press release di Polsek Kota dengan didampingi Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu Iptu Siko. 
Dalam press release yang disampaikannya kepada wartawan,  Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi menyampaikan, sebelumnya pada Jumat (7/2) ditemukan sesosok mayat wanita yang tenggelam didalam karung di Desa Lanjak Kecamatan Lupar atas nama Utin Hairunisa alias Siti.
"Ini sudah jelas mengarah tindak pidana, Polsek Lanjak berkoordinasi dengan Sat Reskrim untuk melakukan penyelidikan. Ini tindak pidana terhadap upaya pembunuhan," katanya. 
Kapolres mengungkapkan, untuk mengungkap kasus penemuan mayat tersebut, pihaknya pun melakukan rangkaian penyelidikan mulai tahap awal dengan mengetahui terlebih dahulu identitas  dari korban tersebut. Akhirnya dari hasil penyelidikan didapatkan kesimpulan bahwa ada motif ekonomi dibelakang kejadian ini. 

Dengan mengenakan baju tahanan berwarna biru, Neneng saat diperlihatkan didepan wartawan saat kegiatan press release, Selasa (18/2) 

"Sehingga Alhamdulillah kita melakukan upaya penyelidikan 1 kali 24 jam, tepatnya 13 jam, sinergitas yang baik antara Polres Kapuas Hulu bersama Polres Sintang tersangka atas nama Neneng Teri dapat kita amankan," ujarnya. 
Lanjut Kapolres, bahwa antara tersangka dan korban ini sebelumnya saling kenal dan sudah mengetahui dan tidak menyangka tersangka melakukan pembunuhan sadis tersebut hanya gara-gara motif ekonomi yang tidak sempat untuk melakukan pembayaran utang - piutang. Sehingga terjadilah pemukulan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. 
Sambung Kapolres, untuk pelaku pembunuhan hingga hari ini dilakukannya sendiri. Maka untuk itu pelaku ini dikenakan pasal 338 karena pada saat itu dia melakukan tindakan pemukulan sehingga mengakibatkan menghilangnya nyawa korban. Pihaknya akan terus menggali apakah ada motif lainnya dan dugaan pelaku lain. 
"Ancaman hukumannya 15 tahun, adapun barang bukti yang kami amankan ialah celana korban, sendal, kayu balok, karung plastik, cangkul dan lainnya," pungkasnya. (taufiq) 
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 5266499804337052185

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item