Coba Hilangkan Jejak, Neneng Sempat Gali Tanah untuk Kubur Utin

pena iklan

Neneng tersangka pembunuhan sadis terhadap Utin Hairunisa saat menjalani rekontruksi memperagakan adegan bagaimana dirinya membawa mayat korban menggunakan perahu. Rekontruksi pembunuhan Utin dilaksanakan di Polsek Putussibau Kota, Selasa (18/2)

Penakapuas.com  - Jajaran satuan Reskrim Polres Kapuas Hulu menggelar rekontruksi kasus pembunuhan Utin Hairunisa alias Siti warga Lanjak Batang Lupar yang ditemukan tewas dalam karung Jumat (8/2). Rekontruksi dilakukan untuk menyamakan fakta-fakta di TKP dengan keterangan tersangka. Rekontruksi tersebut digelar di halaman Polsek Kota dengan menghadirkan pelaku yakni Neneng Teri. Dengan mengenakan baju kaos berwarna biru, Neneng tampak memperagakan satu persatu saat dirinya menghabisi korban. Sedikitnya ada 26 adegan yang diperagakan oleh pelaku. 
Dari hasil rekontruksi yang diperagakan tersebut, terdapat fakta baru, bahwa setelah melakukan pembunuhan sadis terhadap korban, ternyata Neneng sempat melakukan penggalian tanah di Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat korban. Namun Neneng tak mampu untuk melakukan penggalian tersebut sehingga membuat dirinya pun kelelahan. 
"Saya capek, belum lagi saya mendengar ada suara orang. Saya pun langsung meninggalkan mayat korban begitu saja dan langsung pulang kerumah," katanya saat memperagakan adegan dalam rekontruksi pembunuhan korban di Polsek Kota, Selasa (18/2). 
Sebelumnya terjadi pembunuhan terhadap korban, kejadian bermula Kamis (7/2) pukul 07.00 Wib. Saat itu korban bertamu kerumah tersangka dengan tujuan menagih hutang atas pembelian perhiasan emas kepada tersangka. Tak lama setelah itu terjadilah pertengkaran. Dari hasil rekontruksi diketahui bahwa korban sebelumnya memukul dan mencekik tersangka. 

Neneng saat menjalankan rekontruksi bagaimana memperagakan adegan dirinya membungkus mayat korban menggunakan kain 

Karena kesakitan, korban pun melakukan perlawanan dengan cara memukul korban satu kali dengan sepotong kayu yang biasa digunakan sebagai pemukul batu es. 
Pukulan tersangka pun mengenai kepala korban dan korban pun langsung terjatuh, setelah itu tersangka mencoba memastikan korban masih bernyawa atau tidak. Tak lama tersangka kembali memukul korban sebanyak dua kali untuk memastikan korban benar - benar meninggal. 
Setelah korban tidak bernyawa, tersangka masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan merendam pakaiannya. Setelah itu, tersangka pun naik kelantai dua rumahnya untuk mencari barang untuk menutupi jasad korban. Maka ditemukanlah kain hitam dan tersangka kembali turun ke bawah untuk menutupi mayat korban. Setelah membungkus mayat korban, tersangka mengambil karung plastik dan memasukan jenazah korban dalam karung dan menjahitnya. 
Usai menjahit mayat korban dalam karung, tersangka mengambil cangkul dari dalam gudang, kemudian meletakan kedalam perahu yang saat itu ditambat dijalan ke arah jembatan belakang rumah, kemudian tambatan perahu dipindahkan ke ujung pagar jembatan. 
Setelah itu tersangka menyeret mayat korban yang sudah berada dalam karung plastik dari dapur dan memasukannya dalam perahu. Kemudian tersangka membawa mayat korban ke seberang sungai Sebuntal di Dusun Lanjak Desa Lanjak Deras yang berjarak sekitar 70 meter dari rumah tersangka. 
Kemudian tersangka menambatkan perahu di tepi sungai Sebuntal dan tersangka mulai menarik karung dari dalam perahu menuju daratan sekitar sepuluh meter. 
Tak lama tersangka mengambil cangkul didalam perahunya, kemudian mencangkul tanah untuk mengubur mayat korban. Namun karena takut ketahuan orang, tersangka berhenti mencangkul tanah dan tak lama kemudian tersangka menaiki perahunya untuk kembali kerumahnya. (taufiq) 
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 857754482080424826

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item