Wujudkan Satu Data Indonesia

pena iklan


Penyerahan Baju Sensus Penduduk Tahun 2020 dari Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas Hulu Guntur Prahara kepada Bung Tomo Asisten II, Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu dalam acara FGD Statistik Sektoral Kecamatan dan Sensus Penduduk 2020 di Aula Bank Kalbar cabang Putussibau, Rabu (27/11)

Penakapuas.com-Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) Statistik Sektoral Kecamatan dan Sensus Penduduk 2020 di Aula Bank Kalbar Putussibau, Rabu (27/11) kegiatan tersebut dibuka oleh Bung Tomo, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. Hadir pejabat BPS Provinsi Kalbar, Forkopimda, para pimpinan dan jajaran OPD terkait dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten II Bung Tomo menyampaikan,  acara FGD tersebut merupakan kelanjutan dari FGD BPS dan seluruh SKPD sebelumnya.  Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia,  satu data statistik dan geospasial dan keuangan guna mengatur tata kelola data yang dihasilkan instansi pusat dan daerah untuk pengendalian pembangunan. 

“Ini adalah salah satu upaya pembinaan data BPS Kapuas Hulu, maka perlu masukan dari instansi terkait, dalam mendukung pembangunan di daerah, mewujudkan keterpaduan perencanaan untuk pengendalian pembangunan,” katanya. 

Dikatakannya, pada tahun 2020 akan dilakukan Sensus Penduduk yang ke 7 di Indonesia, juga dilaksanakan serentak oleh 54 negara di dunia. Sensus ini kata Tomo merupakan kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Dengan metode kombinasi Sensus Online dan wawancara langsung di lapangan oleh petugas, yang mana Sensus Online akan dimulai pada bulan Februari dan Maret 2020, sedangkan wawancara oleh petugas dilaksanakan bulan Juli 2020,” ujarnya. 

Oleh karenanya, Bung Tomo mengharapkan peran serta seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mensukseskan sensus 2020 demi tercapainya satu data. Maka mengingat pentingnya FGD ini, Pemerintah Daerah kata Tomo berharap agar bisa memanfaatkan moment tersebut dengan baik.

“Untuk menyajikan data dan bisa dipergunakan di masa – masa yang akan datang. Oleh karena itu data BPS hendaknya valid sebagai pegangan dan menjadi sumber data bagi Kapuas Hulu,” ucapnya.

Karena menurut Tomo, selama setiap instansi terkait masih memegang data masing masing, dengan versi yang berbeda. 

“Data ini harus disinkronisasi dengan baik, sehingga siapa saja yang berbicara diluar bisa menjelaskan berdasarkan data yang sama. Demikian juga untuk data penunjang, akan menimbulkan perhatian bagi daerah luar, misal data tentang tingkat kemiskinan di Kapuas Hulu, ini harus ada satu data yang valid disajikan BPS,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS Kapuas Hulu Guntur Prahara menjelaskan, saat ini pemerintah Indonesia tengah berupaya mewujudkan satu Data Indonesia, yakni satu data statistik, satu data geospasial, dan satu data keuangan.

“BPS sebagai instansi  yang ditugaskan sebagai pimpinan data, maka perlu melakukan FGD ini sebagai salah satu upaya  memasyarakatkan statistik kepada seluruh masyarakat,” jelas Guntur.

 Adapun tujuan FGD kata Guntur adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya data statistik, baik dasar maupun statistik sektoral sebagi langkah awal mencapai satu data Indonesia.

“Kemudian pada tahun 2020 itu ada agenda besar yakni Sensus Penduduk, maka kita sekalian melaksanakan sosialisasi tentang sensus penduduk tersebut,” pungkasnya. (taufiq)

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 3937163448226192856

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item