Tekan Angka Perceraian dan KDRT, Kemenag Dukung Sertifikat Perkawinan

pena iklan


Syahrul

Penakapuas.com- Wacana pemerintah terkait penerapan sertifikasi perkawinan menjadi sorotan di tengah masyarakat.Selain rawan menyulitkan, program tersebut dinilai juga terlalu jauh menyentuh ranah privat masyarakat.

Diketahui, program tersebut diperuntukkan bagi pasangan yang akan menikah. Melalui program ini, para calon mempelai akan diwajibkan untuk mengikuti kelas atau bimbingan pranikah untuk memperoleh sertifikat. Sertifikat ini nantinya akan dijadikan sebagai syarat perkawinan.

Namun dari Kementrian Agama Kapuas Hulu mengaku mendukung jika penerapan sertifikasi perkawinan ini benar-benar dilaksanakan. "Kami tetap dukung program pemerintah pusat, kami dibawah ikut regulasi saja," kata Syahrul Kepala Kemenag Kapuas Hulu,  Selasa (19/11). 

Syahrul mengungkapkan, jika wacana sertifikasi perkawinan ini diberlakukan, tentunya untuk penerapannya di Kapuas Hulu butuh proses dan perlu sosialisasi kepada masyarakat. "Jika aturan sertifikasi perkawinan ini diberlakukan, belum tentu kita langsung terapkan. Tapi secara perlahan, kita mulai sosialisasikan," ujarnya. 

Syahrul mengaku yakin dan percaya dengan program sertifikasi perkawinan ini dapat mengurangi terjadinya KDRT dan perceraian terhadap dua pasangan yang sudah menikah. 

"Selama inikan banyak kasus KDRT dan perceraian yang terjadi karena kedua pasangan tersebut belum memahami dan mengerti pasangan mereka masing-masing setelah menikah," katanya.  

Untuk itu adanya sertifikasi perkawian ini kata Syahrul sangat penting, karena melalui progrqm ini ada bimbingan pra nikah bagi kedua pasangan sehingga mereka lebih memahami dan mengerti dalam menempuh kehidupan berkeluarga. "Saya yakin jika program ini berjalan dengan baik maka kasus perceraian dan KDRT tidak ada lagi," pungkasnya. (taufiq)

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 6452668544793022322

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item