Penanganan TPPO Butuh Keahlian Khusus

pena iklan


Pelatihan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Lintas Batas Negara Terkait Lainnya di Grand Hotel Banana Putussibau, Selasa (19/11).

Penakapuas.com- Asisten I Setda Kabupaten Kapuas Hulu Abang Chaerul Saleh membuka Pelatihan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Lintas Batas Negara Terkait Lainnya di Grand Hotel Banana Putussibau, Selasa (19/11). Pelatihan tersebut diselenggarakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dengan lembaga Internasional Organization For Migration (IOM) serta lintas sektor diantaranya, Polres Kapuas Hulu, TNI, Imigrasi Putussibau, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu serta pihak terkait lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Asisten I Setda Kabupaten Kapuas Hulu Abang Chaerul Saleh menyampaikan ucapan terima kasih kepada IOM yang telah berkontribusi mewujudkan komitmen nasional untuk mencegah serta menangani korban perdagangan orang, khususnya di wilayah perbatasan.

“TPPO ini merupakan kejahatan yang terorganisir dan seringkali bersifat lintas batas, terjadi bersamaan dan beririsan dengan kejahatan-kejahatan lintas batas negara lainnya, seperti penyelundupan manusia, pemalsuan dokumen Keimigrasian, pencucian uang bahkan penyelundupan obat – obatan terlarang,” katanya. 

Oleh karenanya, Pemerintah Daerah kata Chaerul mengharapkan kesaling terkaitan pidana tersebut memerlukan penanganan khusus dengan kemampuan serta keahlian yang memadai. Makanya tambah Chaerul, Kapuas Hulu sebagai salah satu wilayah perbatasan perlu menyelenggarakan pelatihan tersebut.

“Agar aparat penegak hukum atau petugas garda depan lainnya dapat mengenali jenis pidana asal, sekaligus mengembangkan penyidikan pada kejahatan lintas batas lainnya yang mungkin terjadi,” ucapnya.

Dikatakan Chaerul lagi, berdasarkan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Provinsi Kalbar, data perdagangan orang se Kalbar tahun 2017 berjumlah 8 kasus, sedangkan tahun 2018 terdapat 18 kasus. 

“Sedangkan untuk Kapuas Hulu di tahun 2019 berdasarkan sumber data Polres Kapuas Hulu tercatat 1 (satu) kasus TPPO, melibatkan remaja 17 tahun,” jelasnya.

Untuk itu, sambung Chaerul melalui kegiatan pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan para petugas Garda Depan dalam menginvestigasi perkara tindak pidana TPPO serta menangani korban TPPO dengan baik. (taufiq) 

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 1747667340989931870

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item