Masyarakat Jangan Resah, Peryataan BNN soal Kratom Tak Berdasar

pena iklan

 

Razali Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu 

Penakapuas.com- Pernyataan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menyebutkan dilarangnya tanaman Kratom mulai 2022 mendatang belakangan ini membuat resah petani Kratom di Kapuas Hulu. 

Menyikapi peryataan BNN tersebut Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu Razali geram atas hal tersebut. Menurutnya peryataan BNN yang melarang Kratom pada 2022 merupakan tidak berdasar dan bukan ranah BNN mengeluarkan peryataan tersebut. 

"Bagi saya, statemen BNN yang melarang Kratom itu tidak berdasar. Kita hidup ini perlu ada aturan yang jelas yakni Undang-undang, kemudian ada Perpu, Perda maupun Perdes yang resmi dipakai oleh masyarakat. Bukan hanya sekedar peryataan-peryataan saja," katanya, saat ditemui diruangannya, Selasa (12/11). 

Namun perlu diingat kata Razali, pihaknya juga bukan berarti menganggap bahwa Kratom ini tidak mengandung zat narkobanya. Namun yang diharapkan pihaknya ialah, pernyataan yang dibuat BNN tersebut seharusnya ada dasarnya berupa hasil penelitian."Makanya kita minta pada pemerintah untuk regulasi aturan soal Kratom ini segera mengambil langkah sehingga tidak membuat masyarakat resah," ujarnya. 

Maka dari itu kata Razali, atas pernyataan dari BNN ini, dirinya mengimbau agar masyarakat tidak risau. Bagi masyarakat yang mau menanam, menjual atau membeli Kratom lakukan saja. "Jangan sampai gara-gara ada isu kratom ini mau dilarang, membuat harganya menjadi tidak stabil, apalagi dipermainkan," paparnya. 

Atas masalah ini, dirinya sangat mengharapkan kepada pemerintah pusat segera mengambil sikap dengan memberikan keputusan yang jelas berdasarkan Undang-undang yang berwenang. "Kami mau masalah kratom ini jelas dan tidak membuat masyarakat resah lagi," pungkasnya. (taufiq) 


Advertisement

Related

Kapuas Hulu 7744100019952181128

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item