Koprabuh Minta DPRD Kapuas Hulu Dorong Perda Tata Niaga Kratom

pena iklan


Pengurus Koprabuh Hayati Borneo saat usai menyampaikan keluhan mereka kepada Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu,  Selasa (12/11)

Penakapuas.com- Perwakilan Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (KOPRABUH) Hayati Borneo Kabupaten Kapuas Hulu mendatangi kantor DPRD Kapuas Hulu, Selasa (12/11). Kedatangan beberapa pengurus Koprabuh Kapuas Hulu bertujuan untuk ikut membantu dan mendorong agar membuat Peraturan daerah (Perda) tentang regulasi tata niaga Kratom. 

Rajuliansyah Ketua II Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (KOPRABUH) Hayati Borneo Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan,  komoditi Kratom sangat berpengaruh positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat khususnya petani Kratom.

"KOPRABUH bukan hanya milik pengusaha maupun pengurus, melainkan milik semua terutama petani Kratom. Oleh sebab itu, kami hadir dalam rangka untuk memperjuangkan nasib para petani Kratom," katanya saat ditemui usai bertemu dengan pimpinan DRPD Kapuas Hulu.  

Menurut Rajuli, tujuan utama kedatangan mereka tersebut, adalah menolak dengan tegas pernyataan BNN yang dinilai sepihak sehingga merugikan para petani Kratom.


Suasana saat kepengurusan KOPRABUH Hayati Borneo Kabupaten Kapuas Hulu menemui dan berbincang dengan Wakil Ketua 1 DPRD setempat bersama anggota DPRD lainnya

Sementara itu, Iman Shabirin Bidang Hukum dan Advokasi pada kepengurusan KOPRABUH Hayati Borneo Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan, rasanya kedatangan mereka ke DPRD ini tidak ada salahnya karena DPRD merupakan wakil rakyat.

"Endingnya nanti adalah Perda tata niaga. Karena ini terkait peningkatan ekonomi masyarakat luas khususnya masyarakat Kapuas Hulu yang mayoritas petani Kratom," katanya.

Dikatakan Iman, kedatangan pihaknya tersebut juga untuk menawarkan diri menyampaikan aspirasi petani kepada pihak legislatif. Karena hal tersebut menyangkut kepentingan petani kratom.

"Ini menjadi inisiatif eksekutif dan legislatif. Dimana DPRD selaku penyempurna Perda harus memihak kepada masyarakat," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Razali menegaskan, terkait komoditi Kratom selama ini dinilai perang statement, dimana yang berstatement kebanyakan yang bukan ranah mereka padahal uji ilmiah berbeda-beda.

"Saya minta kepada masyarakat agar tidak terlalu mempercayai gonjang-ganjing statement yang beredar selama ini. Karena statement bukan merupakan produk undang-undang yang ada, maka jangan terganggu dengan hal itu," tegasnya. 

Razali mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut, dengan mengadakan rapat internal. "Bahkan kami juga telah berencana akan menemui DPR-RI," ungkapnya.

Berkaitan dengan Perda tata niaga lanjut Razali, insyaallah akan diusahakan oleh pihaknya.

"Sebenarnya kami sudah menjadwalkan untuk pembuatan Perda untuk menyikapi apa yang telah disampaikan terkait gonjang-ganjing Kratom ini. Dimana kita juga meminta kepada eksekutif untuk segera menanggapi polemik ini. Jangan sampai masyarakat menjadi resah berkepanjangan," pungkasnya.(taufiq) 

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 7615588110580105555

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item