Kapuas Hulu Launching BPNT

pena iklan



Pjw Sekda Kabupaten Kapuas Hulu Abang Chaerul Saleh saat menyalurkan BPNT kepada salah satu KPM secara simbolis, Selasa (19/11). 

Penakapuas.com- Dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meminimalkan penyalahgunaan gunaan bantuan sosial, Kemensos secara resmi mengubah program Beras Sejahtera (Rastra) menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Program tersebut mulai direalisasikan didaerah. 

Selasa (19/11) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan,  Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Bencana (DSP3AP2KB) Kabupaten Kapuas Hulu sudah menerapkan BPNT, yang ditandai dengan dilaunchingnya BPNT oleh Pjw Sekda Kabupaten Kapuas Hulu Abang Chaerul Saleh di sebuah Surau Jalan Danau Kayan, Kelurahan Putussibau Kota, Kecamatan Putussibau Utara.

Dalam sambutannya, Pjw Sekda Kabupaten Kapuas Hulu Abang Chaerul Saleh menyampaikan apresiasi atas hadirnya transpormasi program yang sebelumnya bernama Rastra dan menjadi bantuan sosial BPNT itu.

“Bantuan ini diharapkan memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu di Kapuas Hulu,” katanya. 

Chaerul meminta agar Dinas Sosial Kapuas Hulu terus menyiapkan pelaksanaan BPNT ini secara baik, terutama dalam pendataan, melalui kerjasama dengan perangkat desa dan kelurahan, sehingga data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini benar – benar update.

“Kemudian untuk pihak Bank BRI sebagai mitra kerjasama pemerintah untuk penyaluran BPNT agar menyiapkan pelayanan dengan menyediakan mesin EDC pada setiap e – Warong yang telah ditentukan,” ujarnya. 

Demikian juga Bulog, agar memastikan ketersediaan pangan seperti beras dan telur sebagaimana peruntukan dana yang diterima KPM itu untuk membeli dua bahan tersebut. Terutama ketersediaan stok untuk daerah yang sulit di jangkau.

“Kemudian kepada para Kepala Desa dan Lurah supaya meng – update data, sehingga bantuan pemerintah ini tepat sasaran,” harapnya.

Untuk masyarakat penerima BPNT, Abang Chaerul berpesan gunakan bantuan dengan sebaik – baiknya untuk berbelanja beras dan telur. Dengan harapan kata Chaerul, akan ada pergeseran taraf kesejahteraan dari prasejahtera menjadi keluarga sejahtera.

“Dengan bantuan ini nantinya akan berdampak bagi keluarga kurang mampu, seperti menurunnya angka kemiskinan dan meningkatnya angka kesejahteraan. Maka kedepan bantuan ini akan di terus evaluasi pemerintah, apakah berdampak atau tidak,” jelasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan,  Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Bencana Kapuas Hulu Martha Banang menjelaskan, di Kapuas Hulu ada 12.830 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT, dengan 69 e-Warong tempat penyaluran yang tersebar di 23 kecamatan.

“Bantuan Sosial Pangan Non Tunai ini langsung di transfer  melalui rekening Bank kepada KPM, untuk membeli beras dan telur. Kita harapkan ini dapat mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Satu bulan setiap KPM menerima BPNT sebesar Rp110.000, dengan sistem penyaluran setiap bulan mengunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada e – Warong yang sudah tersedia mesin EDC Bank BRI.  Untuk itu Martha berharap kedepan sistem penyalurannya semakin membaik, terutama daerah blank spot.

“Kemudian pada e – Warong yang sudah ditunjung itu sudah tersedia beras dan telur,” timpalnya.

Tujuan dari pemberian BPNT ini tambah Martha utnuk mengurangi beban pengeluaran KPM, dan memenuhi kebutuhan bahan pangan yang lebih seimbang, tepat sasaran, tepat waktu penyaluran, tepat jumlah dan tepat administrasi.

“Selain itu mendorong pencapaian tujuan pembangunan pemerintah, khususnya di daerah. Kemudian meningkatnya ketahanan pangan, perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, serta meningkatkan usaha mikro kecil pelaku usaha,” pungkasnya. (taufiq) 

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 8016658019725478215

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item