20 Ton Gaharu Akan Dimusnahkan Kejari Kapuas Hulu

pena iklan


Kayu gaharu jenis buaya yang akan dimusnahkan oleh Kejari Kapuas Hulu karena telah inkrah atau berkekuatan hukum berdasarkan putusan pengadilan, Senin (11/11). 
 

Penakapuas.com- Perkara penangkapan kayu gaharu jenis buaya sebanyak 20 ton oleh Polres Kapuas Hulu di Jembatan Seram, Jl Lintas Selatan, Kilometer 11 Hutan Lindung, Kecamatan Silat Hilir, Rabu 13 Februari 2019 lalu telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan pengadilan.

"Kami pun sudah bisa melaksanakan putusan pengadilan dengan melakukan eksekusi pemusnahan nantinya," kata Joko Plh Kejari Kapuas Hulu,  Senin (11/11). 

Joko mengungkapkan, pemusnahan kayu gaharu sendiri belum diketahui secara pasti kapan waktunya, hanya saja barang bukti sebanyak empat truk gaharu ada yang sudah ditumpahkan untuk dimusnahkan dan yang lainnya menyusul. 

"Untuk truk sendiri kita akan kembalikan kepada pemiliknya," ucapnya. 

Lanjutnya, perkara gaharu sedikitnya ada enam orang yang ditetapkan tersangka, mulai dari supir hingga pemilik kayu gaharu tersebut. "Hingga saat ini perkara gaharu ada enam berkas sudah selesai dan inkrah," tuturnya. 

Lanjut Joko, kasus gaharu ini sudah tiga bulan menjalani proses persidangan hingga inkrah. Saat ini pihaknya lagi mengurus serah terima truknya saja. "Kesalahan dalam kasus gaharu ini, pelanggaran terhadap Permen LHK nomer : P.106 MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang perubahan kedua atas Permen LHK nomer: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/08/2018 menyebutkan tentang kayu gaharu ini dilindungi dan tidak boleh diperjualbelikan," ujarnya. 

Sambung Joko, untuk ancaman bagi pelanggar dalam memperjualbelikan kayu gaharu diancam hukuman penjara 5 tahun

Berita sebelumnya Kepolisian Resort Kapuas Hulu mengamankan sekitar 20 ton kayu jenis gaharu buaya di jalan lintas selatan, kilometer 11 hutan lindung, Kecamatan Silat Hilir daerah setempat. Empat orang sopir truk beserta barang bukti gaharu dan truk kami bawa ke Polres untuk proses hukum lebih lanjut.Keempat sopir tersebut yaitu Indra Pardomoan mengendarai truk KB 9932 BDD, Agung Wahyudi mengendarai truk KB 9385 L, Antonius Toni mengendarai KB 9174 AM dan Andre Soneta Adirosa mengendarai truk KB 8829 EB. Para sopir itu ditangkap pada Rabu 13 Februari 2019 sekitar pukul 14.30 WIB, di jembatan Seram, Kilometer 11 Hutan Lindung, Kecamatan Silat Hilir Kapuas Hulu, saat membawa kayu jenis Gaharu ke arah Pontianak.

Dalam kasus tersebut polisi menerapkan tindak pidana bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem pasal 21 ayat (1) huruf "a" Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang nomor 5 tahun 1990.

Dalam pasal 21 yaitu setiap orang dilarang untuk mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati.

Kemudian, pasal 40 bahwa barangsiapa dengan sengaja melakukan pelayanan pelanggaran terhadap ketentuan sebagai mana di maksud dalam pasal 21 ayat (1) dan (2) serta pasal 33 ayat (3) di pidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. (taufiq)


Advertisement

Related

Kapuas Hulu 1264150997162210906

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item