Kasus Pengadaan Alkes 2011-2013 Masih Bergulir, Alkes RSUD Putussibau Jadi "Bangkai"

pena iklan


Kasus dugaan pengadaan Alkes 2011-2013 di RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau Alkesnya sudah banyak jadi "bangkai" karena banyak yang rusak 

Penakapuas.com- Kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau tahun 2011-2013 yang ditangani Aparat Penegak Hukum di Kapuas Hulu hingga kini masih bergulir. 

Parahnya lagi, Alkes dari 2011-2013 yang ada di RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau teryata sudah jadi bangkai karena banyak yang rusak dan telah dibuang oleh pihak rumah sakit. 

Direktur RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau Poltak Sianturi mengaku tidak tahu soal kasus dugaan korupsi Alkes baik 2011 maupun 2013, mengingat dirinya masih baru menjabat sebagai Direktur RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau. 

"Yang jelas barangnya masih ada, dan banyak juga sudah rusak barangnya," katanya, Rabu (11/9). 

Perlu diketahui bahwa pengadaan Alkes yang diduga bermasalah berdasarkan data kontrak pada tahun anggaran 2011 dianggarkan Rp11 miliar, sedangkan anggaran tahun 2013 pengadaan Alkes tersebut dianggarkan Rp11 miliar. 

Sementara itu, terkait dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi modus mark up dan diduga pengadaan Alkes Rumah Sakit Umum dr.Achmad Diponegoro Putussibau, pengadaan barangnya tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak kerja. Sehingga terindikasi terjadinya markup dalam proyek tersebut. Kasus ini ditangani oleh pihak penegakan hukum sejak tahun 2014. 

Berdasarkan hasil dilapangan, terdapat beberapa Alkes pengadaan 2011-2013 sudah banyak rusak dan dibuang oleh rumah sakit seperti Bed pasien, Baby incubator dan lainnya.(fiq) 

 

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 4678968403381482103

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item