Desa di Kapuas Hulu Ngaku Terpaksa Ikut Bimtek karena Dadakan

pena iklan



Penakapuas.com- Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh salah satu lembaga bimbingan teknis nasional dengan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kapuas Hulu belakangan ini diwarnai pro kontra di masyarakat, karena biaya yang dikenakan kepada peserta Bimtek dianggap tidak sesuai dengan fasilitas yang mereka dapatkan. Bahkan kegiatan Bimtek tersebut mendapat sorotan dari Aparat Penegak Hukum di Kapuas Hulu yang membuat para pejabat di Dinas PMD Kapuas Hulu dipanggil polisi untuk klarifikasi terkait Bimtek yang diselenggarakan selama ini.  

Parahnya lagi salah satu desa di Kapuas Hulu mengaku terpaksa untuk mengikuti kegiatan Bimtek tersebut. 

Antonius Gandi Kepala Desa Pala Pulau Kecamatan Putussibau Utara mengatakan, baru-baru ini pihaknya ada mengikuti kegiatan Bimtek di MABM Kapuas Hulu yang diadakan oleh salah satu lembaga Bimtek nasional. Untuk mengikuti Bimtek tersebut pihaknya harus membayar Rp2,4 juta perorang.

"Jadi Bimtek tanggal 29 Juli- 31 Juli 2019 kemarin, kami kirim dua orang untuk mengikuti kegiatan tersebut," katanya saat ditemui dikantornya, Senin (26/8). 

Anton mengungkapkan, sebagai Kades Pala Pulau, dirinya sangat keberatan dengan kegiatan Bimtek kemarin, soalnya kegiatan tersebut bersifat dadakan sehingga pihaknya kebingungan untuk mencari dana untuk mengikuti kegiatan tersebut. Belum lagi kegiatan tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. 

"Saya pikir kegiatan Bimtek tersebut tidak terencana sehingga kami tidak menganggarkannya di APBDes," ujarnya. 

Dirinya pun sendiri sangat menolak Bimtek yang digelar di Kabupaten, sehingga pihaknya pun tidak pernah menganggarkan dana khusus Bimtek di APBDes. "Kecuali kegiatan Bimtek diluar daerah, kita memang ada menganggarkannya," ucapnya. 

Anton mengharapkan, jika adanya Bimtek kembali, baik itu dilaksanakan oleh lembaga Bimtek nasional atau pihak dinas sendiri, agar desa diberi tahu jauh-jauh hari sehingga pihaknya bisa menganggarkanya dan tidak mengganggu program yang telah disusun di APBDes. 

Sementara itu Kamarsyah Kepala Desa Tanjung Jati mengatakan, dirinya sudah mendengar jika kegiatan Bimtek yang dilaksanakan sebelumnya mendapat sorotan dari APH. Terkait setoran peserta yang mengikuti Bimtek selama ini, baginya sudah sangat sesuai. 

"Soalnya selama kegiatan Bimtek, kita benar-benar dilayani sangat baik oleh penyelenggara," ucapnya. 

Dalam Bimtek yang dilaksanakan kemarin, pihaknya mengirim tiga orang dengan membayar Rp2,4 juta perorang. Pihaknya pun merasa tidak keberatan dengan tagihan sebesar itu karena dianggap sudah sesuai dengan apa yang mereka terima selama Bimtek.

"Bahkan kami sudah menganggarkan dana di APBDes untuk Bimtek," pungkasnya. (fiq) 

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 7776993735819042497

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item