Kratom Pernah Dihapus Dari Usulan Pengolongan Narkotika

pena iklan pena iklan

Pembahasan kratom di DPRD KH, Jumat (28/6/19)

Penakapuas.com - Perwakilan Asosiasi Kratom Indonesia, Suhairi, mengatakan bahwa selalu ada surat-surat tentang kratom tiap tahunnya, kemudian terakhir ini surat karantina pertanian. "Petani dan pengusaha selama tidak ada larangan, usaha saja. Cuma surat ini memang ibarat lampu kuning, bergeser ke hijau atau merah. Ini tidak bisa dibiarkan," ujarnya, di gedung DPRD Kapuas Hulu, Jumat (28/6/19)
Terkait pengkajian, kata Suhairi, pada tahun 2017 pihaknya sudah bekerjasama dengan Lipi Bogor tentang tanaman kratom. Hasilnya sudah ada, karena belum lengkap belum terekap semua. "Tahun ini masih uji klinis, untuk efek samping. Sebab banyak zat dalam kratom," tuturnya.
Selain Lipi, Asosiasi Kratom Indonesia juga sedang merancang sesuatu dengan Universitas Untan dan Pemerintah Provinsi Kalmantan Barat. "Tujuannya sama yaitu untuk penelitian," paparnya.
Pada dasarnya, lanjut Suhairi, Kratom bukan kepentingan masyarakat Kalbar saja. Kalbar tergaung sampai nasional karena memang yang terbesar. 
Tanaman ini ada juga di Kalteng, Kalsel dan Kaltim. Dari Kalteng dan  Kaltim ada kirim produk kratom ke Surabaya, lalu ekspor. Ada juga dari Aceh kirim ke Medan. 
"Perkumpulan Pengusaha Kratom Indonesia ini bukan cuma Kapuas Hulu atau Kalbar saja, ada di Bandung, Jakarta, Aceh. Terakhir ini dari Gorontalo mau gabung ke asosiasi kami," paparnya.
Suhairi menuturkan asosiasi terus melakukan pendekatan pada Kementerian dan lembaga terkait. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sendiri mendukung masyarakat membudidaya kratom untuk penghijauan dan sebagai produk Hasil Hutan Bukan Kayu.
"Kratom ini pernah dikerjasamakan dalam sebuah program dengan Forclime. Kemen LHK juga sudah dibicarakan tentang kratom dan bisa masuk HHBK. Nanti kita coba jajaki lagi ke lembaga-lembaga lain," ujarnya.
Sebelumnya, kata Suhairi, Badan Narkotika Nasional pernah merekomendasi ke Kemenkes RI untuk memasukannya (kratom) ke golongan narkotika. "Dalam draff usulan waktu itu kratom ini no 38. Setelah keluar persetujuannya dari pusat, nomor 38 itu hilang, suratnya ada," papar Suhairi. (nes)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 4682641316391774568

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item